Jakarta, INSKA NEWS – Komunitas motor XSR Brotherhood Indonesia (XBI) Chapter Bekasi menggelar acara bakti sosial bersama anak-anak binaan Yayasan Dharmakasih Jakarta Timur (YDKJT). Minggu, (31/9/2025)
Kegiatan ini menjadi bagian dari program tahunan komunitas yang tidak hanya berfokus pada hobi berkendara, tetapi juga peduli pada lingkungan dan masyarakat.
Pendiri XSR Brotherhood Indonesia Chapter Bekasi, Wawa Setiawan, menjelaskan bahwa komunitas ini berdiri pada tahun 2020 sebagai bagian dari XSR Brotherhood Indonesia, komunitas pengguna motor Yamaha XSR 155 di seluruh Indonesia.
“Secara prinsip, kami berkomunitas untuk bersilaturahmi dengan sesama pengguna Yamaha XSR 155 di Indonesia. Selain menyalurkan hobi berkendara, kami juga ingin berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Wawa.
Menurutnya, SSR Brotherhood Indonesia telah memiliki lebih dari 1.000 anggota yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Untuk Chapter Bekasi sendiri, jumlah anggota mencapai sekitar 60 orang yang berasal dari wilayah Kota maupun Kabupaten Bekasi.
Acara bakti sosial kali ini awalnya direncanakan berupa trip pendek ke Kebun Binatang Ragunan bersama anak-anak yayasan. Namun, karena kondisi yang kurang memungkinkan, kegiatan difokuskan di lokasi yayasan.
“Kami tetap ingin menghadirkan keceriaan untuk adik-adik ini. Walaupun trip dibatalkan, kami mengajak mereka merasakan pengalaman riding menggunakan motor kami,” jelas Wawa.
Ia menambahkan, kegiatan bakti sosial merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan dengan tema berbeda setiap tahun, mulai dari bantuan bencana, donasi wakaf, hingga aksi donor darah. Pendanaan acara dilakukan melalui konsolidasi internal anggota dan kampanye sosial di media.
“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi yang terpenting adalah kampanye kebaikan, kebersamaan, dan solidaritas. Kami berharap kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut peduli,” kata Wawa.
Selain bakti sosial, XSR Brotherhood Indonesia Chapter Bekasi juga rutin mengadakan touring jarak jauh dua kali setahun, touring gabungan, hingga musyawarah nasional. Aktivitas ini dijalankan oleh anggota yang mayoritas berprofesi sebagai karyawan, sehingga setiap agenda selalu direncanakan matang agar tidak mengganggu pekerjaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas motor bukan hanya soal hobi, tetapi juga wadah untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama,” pungkas Wawa. ***
(Rizki)