INSKANEWS,Kota Bekasi — Bertempat di Kantor AsMEN, Jalan Puncak No. 14, Cikunir, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (29/11/2025), berlangsung Acara PRA Uji Kompetensi Wartawan (UKW)bagi para wartawan muda, kegiatan tersebut cukup menarik dengan hadirnya seorang narasumber sekaligus praktisi media, Mohamad Hatta Tahrir, yang memberikan materi seputar kompetensi dan keterampilan dasar bagi para wartawan muda. Acara ini diikuti puluhan Wartawan Muda yang begitu antusias karena memberikan wawasan mendalam tentang standar profesionalisme di dunia jurnalistik.
Dalam pemaparannya, Hatta menegaskan pentingnya seorang wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai syarat untuk dapat disebut berkompeten. Menurutnya, UKW bukan sekadar formalitas, tetapi pembuktian bahwa seorang wartawan mampu menjalankan tugasnya sesuai standar etika, teknik, dan integritas profesi. “Wartawan yang telah mengikuti UKW akan lebih percaya diri, memahami batasan kerja, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap informasi yang disampaikan kepada publik,” ujarnya.

Selain soal kompetensi, ia juga menekankan bahwa tugas utama wartawan adalah menulis berita dengan mengedepankan prinsip dasar jurnalistik, yaitu 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How). Rumus tersebut, kata Hatta, merupakan bentuk literasi wajib bagi setiap jurnalis agar berita yang ditulis tidak hanya akurat, tetapi juga mudah dipahami pembaca. “Pemahaman 5W+1H bukan hanya teknik menulis, tetapi juga latihan berpikir kritis dan kemampuan menyeleksi informasi sebelum dipublikasikan,” tambahnya.
Ia kemudian membedakan antara literasi dan skill dalam dunia jurnalistik. Literasi, menurutnya, mencakup kemampuan memahami informasi, menganalisis, serta membuat keputusan yang cerdas. Sementara skill atau keterampilan adalah kemampuan teknis yang lebih spesifik, misalnya menulis, melakukan wawancara, hingga memahami perangkat kerja media. “Keduanya harus berjalan beriringan. Wartawan berpengetahuan tetapi tanpa skill tidak akan efektif, begitu pula sebaliknya,” tutur Hatta.
Dalam sesi berikutnya, ia mengulas tentang prinsip menulis berita langsung (straight news) yang menjadi dasar bagi semua jurnalis pemula. Ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Judul yang ringkas dengan maksimal 12 kata.
2. Lead atau kalimat pembuka yang mampu memikat pembaca.
3. Perpaduan antara kalimat langsung dan tidak langsung untuk memperjelas informasi serta menghadirkan kutipan yang kuat.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru dan motivasi untuk meningkatkan kompetensi jurnalistik mereka melalui UKW maupun latihan menulis yang konsisten.
(Rifa Hendri)

















