INSKA NEWS Tambun Utara, 22 Desember 2005 – Aula Yayasan Cahaya Qalbu Insani yang terletak di Jl Raya Karang Satria ,Kp.Rawa Kalong No 129 RT 002 RW 05 Desa Karang Satria Tambun Utara.Hari itu terasa berbeda. Puluhan orang berkumpul dengan semangat yang sama: mendonorkan darah demi membantu sesama. Di antara mereka, ada sosok Aryanto, seorang peserta yang baru pertama kali mencoba donor darah.
Aryanto mengetahui informasi kegiatan donor darah ini beberapa hari sebelumnya. Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, ia memutuskan hadir. “Alhamdulillah, terus terang ini pertama kali saya ikut donor darah. Saya ingin tahu golongan darah saya dan memastikan kondisi tubuh saya normal,” ujarnya dengan senyum penuh rasa syukur.

Langkah pertamanya dimulai dengan mengisi formulir pendaftaran. Setelah itu, ia menjalani serangkaian pemeriksaan: menimbang berat badan, mengecek tensi, screening kesehatan, hingga mengetahui golongan darahnya. Semua proses dijalani dengan sabar sebelum akhirnya ia duduk di kursi donor, menunggu darahnya mengalir ke kantong yang akan menjadi harapan bagi orang lain.

Bagi Aryanto, pengalaman ini bukan sekadar rutinitas medis. Ia merasakan makna yang lebih dalam. “Acara ini sangat penting bagi kesehatan tubuh kita. Setelah donor, tubuh terasa lebih segar, dan yang paling penting, kita bisa membantu sahabat-sahabat kita yang membutuhkan,” katanya.
Suasana di aula terasa hangat. Panitia menyediakan teh, kopi, dan snack bagi para pendonor setelah selesai, sebagai bentuk perhatian agar kondisi tubuh kembali pulih. Aryanto pun menikmati secangkir teh sambil berbincang dengan peserta lain, merasakan kebersamaan yang jarang ia temui.
Kegiatan ini berjalan lancar dengan dukungan PMI Kabupaten Bekasi dan antusiasme masyarakat . Hingga berita ini diturunkan, kegiatan masih berlangsung, dengan semakin banyak warga yang datang untuk berpartisipasi.
Bagi Aryanto, donor darah pertamanya menjadi pengalaman berharga. Ia bertekad untuk menceritakan pengalamannya kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak orang tergerak. “Saya ingin ajak masyarakat untuk ikut donor darah. Setetes darah kita bisa jadi harapan baru bagi orang lain,” tutupnya penuh semangat. (Yudi)

















