INSKANEWS,Karawang Barat – Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, semangat anak-anak dalam menuntut ilmu agama di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Darul Ihsan patut mendapat apresiasi.
Pada Senin, 12 Januari 2026, tim INSKANEWS melakukan liputan langsung ke lokasi TPA Darul Ihsan yang beralamat di Kampung Benteng RT 05 RW 08, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
INSKANEWS tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB, bertepatan dengan waktu kegiatan mengaji anak-anak. Suasana sederhana tampak menyelimuti TPA tersebut. Puluhan anak duduk beralaskan tikar, masing-masing memegang Al-Qur’an yang kondisinya sebagian besar sudah lusuh dan rusak. Meski demikian, mereka tetap antusias mengikuti pembelajaran.

Pengasuh sekaligus pendiri TPA Darul Ihsan, Ustadz Yosep Suminta, yang akrab disapa Kang Oce, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 37 anak yang aktif belajar mengaji di TPA tersebut. Anak-anak tersebut berasal dari lingkungan sekitar, bahkan di antaranya terdapat anak yatim.
“Anak-anak yang belajar di sini ada 37 orang. Di antaranya ada anak yatim juga. Kami sangat membutuhkan bantuan Al-Qur’an karena yang ada sekarang kondisinya sudah rusak dan lusuh,” ujar Kang Oce kepada INSKANEWS.
Selain keterbatasan Al-Qur’an, Kang Oce menjelaskan bahwa saat musim hujan, atap bangunan ada yang bocor sehingga mengganggu proses belajar mengaji.
“Keadaan TPA memang begini adanya. Kalau hujan, atapnya ada yang bocor. Tapi kami tetap berusaha agar anak-anak bisa terus belajar mengaji,” tambahnya.

TPA Darul Ihsan telah menjadi tempat belajar agama bagi anak-anak sekitar. Dengan segala keterbatasan, Kang Oce tetap istiqamah mendidik generasi muda agar mampu membaca dan memahami Al-Qur’an sejak dini.
Melalui liputan ini, diharapkan perhatian dari para dermawan, dapat untuk membantu memenuhi kebutuhan TPA Darul Ihsan, khususnya pengadaan Al-Qur’an dan perbaikan sarana prasarana.
Semangat anak-anak TPA Darul Ihsan menjadi cerminan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu. Dukungan nyata sangat dibutuhkan agar kegiatan mengaji dapat berlangsung lebih nyaman dan layak ke depannya.
(Rifa Hendri)

















