Sepekan Terendam Banjir, Relawan Terus Lakukan Evakuasi Warga di Bekasi–Karawang

INSKA NEWS

INSKS NEWS, Bekasi, 24 Januari 2026 — Banjir yang melanda wilayah Bekasi dan Karawang selama sepekan terakhir masih menyisakan dampak serius bagi masyarakat. Hingga Sabtu (24/1), sejumlah kawasan di Kota Bekasi dilaporkan masih tergenang air, sementara di Kabupaten Karawang kondisi banjir mulai berangsur surut namun warga terdampak masih membutuhkan penanganan dan bantuan berkelanjutan.

Di Kota Bekasi, banjir tercatat merendam 17 titik yang tersebar di 9 kecamatan, dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 150 sentimeter. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Rawalumbu, Pondok Gede, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Mustika Jaya, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Medan Satria.

Di Kecamatan Rawalumbu, genangan air terjadi di Perumahan Taman Narogong Indah dengan ketinggian 40–60 cm, Perumahan PHP sekitar 40 cm, serta Perumahan Bumi Bekasi Utara mencapai 50–70 cm. Sementara itu, genangan terparah dilaporkan berada di Perumahan Jatibening Permai, Kecamatan Pondok Gede, dengan ketinggian air mencapai 150 cm. Untuk mempercepat penyurutan, lima unit pompa air telah dioperasikan oleh pihak perumahan, DBMSDA, dan BBWSCC.

Wilayah lain yang turut terdampak antara lain Perumahan Dosen IKIP di Kecamatan Jatiasih dengan ketinggian air sekitar 70 cm. Di Kecamatan Bekasi Utara, banjir menggenangi Bulak Perwira 2, Kantor Kecamatan Bekasi Utara, serta SMP Negeri 21 dengan ketinggian 10–50 cm. Bahkan, di kawasan Kali Abang Rorotan dilaporkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan berupa atap roboh akibat banjir.

Meski kondisi cuaca masih tidak menentu, proses evakuasi warga terus dilakukan oleh sejumlah relawan. Pantauan di lapangan menunjukkan para relawan tetap bertugas meski harus menghadapi hujan deras dan angin kencang. Salah satu relawan dari GIS Rescue mengungkapkan pengalaman dramatis saat melakukan evakuasi di Perumahan Nabreska, Babelan.

“Saat evakuasi satu keluarga beserta bayi, kondisi cuaca sangat ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang, sementara ketinggian air mencapai 150 sentimeter. Kami baru bisa beristirahat sekitar pukul 01.00 WIB setelah seharian penuh melakukan evakuasi,” ujarnya.

“Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, meninjau langsung lokasi banjir di sekitar Perumahan Nabreska. Dalam kunjungannya, Plt Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, relawan, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kepedulian sosial serta kebersamaan dalam membantu masyarakat terdampak banjir. Ia juga mengimbau warga agar memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan saat mengungsi guna mencegah tindak kriminal. Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah turut menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan kebutuhan darurat lainnya.ucap Asep Surya

Sementara itu, di Kabupaten Karawang, banjir yang terjadi sejak Minggu (18/1) dini hari masih menggenangi sejumlah wilayah, meski pada Sabtu (24/1) kondisi air mulai berangsur surut. Ketinggian air di beberapa titik tercatat berkisar antara 30 hingga 200 sentimeter. Banjir dipicu oleh hujan lebat yang menyebabkan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap.

BPBD Kabupaten Karawang hingga kini masih bersiaga penuh untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Sejak Minggu dini hari, BPBD bersama unsur terkait telah melakukan evakuasi warga ke tempat aman, mengaktifkan pos pengungsian, serta mendistribusikan bantuan logistik. Pendataan warga terdampak masih terus dilakukan di lapangan.

Banjir di Karawang tercatat melanda 27 desa dan 1 kelurahan di 12 kecamatan, di antaranya Kecamatan Karawang Timur, Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Pangkalan, Karawang Barat, Jayakerta, Cilebar, Rawamerta, Rengasdengklok, Lemahabang, Cilamaya Wetan, dan Klari.

Data sementara per 24 Januari 2026 mencatat jumlah warga terdampak mencapai 4.304 kepala keluarga atau 13.841 jiwa. Dari jumlah tersebut, kelompok rentan meliputi 374 balita, 86 bayi, dan 77 lanjut usia. Sementara warga yang mengungsi tercatat sebanyak 2.413 jiwa, tersebar di empat titik pos pengungsian dengan konsentrasi terbesar berada di Kantor Kelurahan Tanjungpura dan Perumahan Karaba.

Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan status kedaruratan bencana untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan. Meski prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga akhir Januari, pantauan pada Sabtu pagi menunjukkan kondisi langit mulai cerah di sejumlah wilayah terdampak.***

Also Read

Tags