INSKANEWS,Subang, 31 Januari 2026 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dapur serta menjamin kebersihan dan keamanan pangan, SPPG Sindangsari 02 mengikuti Pelatihan Penjamah Makanan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Cikaum dan diikuti dengan penuh semangat oleh para relawan SPPG.
Pelatihan penjamah makanan ini menjadi agenda penting bagi relawan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan makanan.
Tujuannya adalah untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terkait standar higienitas, sanitasi dapur, keamanan pangan, serta prosedur penanganan bahan makanan yang sesuai dengan ketentuan kesehatan.
Antusiasme 50 orang relawan SPPG Sindangsari 02 terlihat sejak pagi hari.
Meski acara pelatihan baru dimulai pada pukul 08.30 WIB, para relawan sudah berkumpul di dapur sejak pukul 06.30 WIB.
Kesiapan sejak dini ini mencerminkan keseriusan relawan dalam mengikuti pelatihan demi peningkatan kualitas layanan dapur.
Selain SPPG Sindangsari 02, kegiatan pelatihan ini juga diikuti oleh SPPG Cikaum Barat.
Kedua SPPG mengikuti pelatihan secara bersama-sama, menciptakan suasana kebersamaan dan kolaborasi antarrelawan dalam upaya meningkatkan standar pengelolaan makanan yang sehat dan aman.
Rangkaian acara pelatihan diawali dengan free test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait penjamah makanan.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan serta perkenalan para pemateri.
Adapun pemateri dalam pelatihan ini antara lain Teh Wulan Febriani dari Puskesmas Cikaum yang bertugas sebagai petugas lingkungan, kemudian Nia Audina dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, serta Isye Trisnawati dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Para pemateri menyampaikan materi penting seputar peran penjamah makanan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di dapur, hingga pentingnya menjaga kualitas makanan agar tetap aman dikonsumsi.
Materi tersebut disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami oleh para peserta.
Salah satu relawan SPPG Sindangsari 02, Alifia isya Maulana , mengungkapkan bahwa pelatihan ini sudah lama dinantikan.
“Saya menunggu pelatihan ini supaya bisa mendapatkan sertifikat. Saya akan mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya, agar ke depannya banyak ilmu yang bisa dijalankan dan diterapkan di dapur,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, acara pelatihan masih berlangsung dan diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta yang merupakan relawan SPPG.
Para peserta tampak serius menyimak setiap materi yang disampaikan, sebagai bekal penting dalam menjalankan tugas pengolahan makanan sehari-hari.
Melalui pelatihan penjamah makanan ini, SPPG Sindangsari 02 dan SPPG Cikaum Barat diharapkan mampu menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten.
Dengan relawan yang terlatih dan bersertifikat, kualitas pengelolaan dapur diharapkan semakin baik, higienis, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(Joko)

















