Dari Disket ke Cloud: Revolusi Elektronik yang Mengubah Peradaban Digital

INSKA NEWS

INSKANEWS, Jakarta — Perkembangan dunia elektronik sejak dekade 1980-an hingga hari ini telah melampaui sekadar kemajuan teknologi bertahap. Ia menjelma menjadi sebuah revolusi besar yang mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, belajar, dan menikmati hiburan. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada perangkat yang digunakan, tetapi juga membentuk peradaban digital secara menyeluruh.

Pada era 1980-an, teknologi elektronik masih didominasi sistem analog dengan ukuran perangkat yang besar dan kemampuan terbatas. Komputer pribadi seperti IBM PC dan Apple II memerlukan ruang khusus, memiliki kapasitas memori sangat kecil, dan hanya mampu menjalankan fungsi dasar. Pemindahan data mengandalkan media fisik seperti disket berkapasitas 1,44 megabyte, sementara komunikasi jarak jauh masih terbatas pada telepon kabel.

Kemajuan teknologi semikonduktor menjadi titik balik utama. Penerapan Hukum Moore mendorong miniaturisasi komponen elektronik secara masif. Jumlah transistor dalam sebuah chip terus meningkat, sementara ukurannya semakin kecil. Saat ini, prosesor telah mencapai teknologi hingga 3 nanometer, memungkinkan perangkat berukuran ringkas memiliki kinerja tinggi dan efisiensi energi yang jauh lebih baik. Komputer yang dahulu memenuhi satu ruangan kini berevolusi menjadi laptop tipis, tablet, dan smartphone.

Perubahan juga terasa signifikan pada aspek konektivitas. Jika perangkat elektronik era 1980-an bersifat mandiri dan tidak saling terhubung, kini hampir semua perangkat terkoneksi melalui internet. Teknologi WiFi, Bluetooth, jaringan seluler 4G hingga 5G, serta Internet of Things (IoT) memungkinkan pertukaran data secara instan dan global. Media penyimpanan pun bertransformasi dari disket dan hard disk konvensional menuju solid-state drive (SSD) dan penyimpanan berbasis cloud dengan kapasitas hingga terabyte.

Internet menjadi katalis utama revolusi ini. Sejak digunakan secara luas pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, internet mengubah pola komunikasi dan akses informasi. Kehadiran smartphone semakin mempercepat perubahan, menjadikan satu perangkat mampu menjalankan berbagai fungsi sekaligus—dari komunikasi, pekerjaan, hingga hiburan.

Kini, perkembangan kecerdasan buatan membawa dunia elektronik ke tahap baru. Perangkat modern tidak lagi sekadar menjalankan perintah, tetapi mampu belajar dari kebiasaan pengguna, mengenali suara dan wajah, serta berinteraksi melalui bahasa alami. Meski demikian, perangkat lama sering dikenang lebih tahan lama dan mudah diperbaiki dibanding perangkat modern yang kompleks.

Revolusi elektronik membuktikan bahwa kemajuan teknologi bukan hanya soal kecanggihan alat, tetapi juga tentang bagaimana ia membentuk cara hidup dan peradaban digital manusia.
Penulis: Deddy Haryadi

Also Read

Tags