INSKA NEWS, Bogor – 15 Februari 2026 – Warga RT 005/RW 011 Kampung Karanggan, Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar tradisi cucurak sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.
Cucurak merupakan tradisi makan bersama menjelang Ramadan yang dilakukan masyarakat Sunda. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga sebelum memasuki bulan puasa.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga RT 005/RW 011, mulai dari anak-anak, remaja, hingga para orang tua dan tokoh masyarakat setempat.
“Cucurak bukan soal makanannya, tapi kebersamaannya. Ini momen kumpul sebelum puasa,” ujar Fathur (49), warga Karanggan.
Cucurak digelar pada Minggu (15/2/2026), beberapa waktu menjelang datangnya bulan Ramadan.
Acara berlangsung di lingkungan RT 005/RW 011 Kampung Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dengan menggelar tikar panjang di halaman rumah warga sebagai tempat makan bersama.
Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur karena masih diberi kesempatan bertemu Ramadan. Selain itu, cucurak menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga kekompakan warga.
Sebagian warga juga mengisi kegiatan dengan doa bersama agar diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
Pelaksanaan cucurak dilakukan secara sederhana dengan makan bersama menu khas seperti nasi liwet, ayam goreng, sambal terasi, ikan asin, dan lalapan. Suasana penuh canda dan keakraban terlihat sepanjang acara.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi cucurak tetap lestari dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Sunda dalam menyambut Ramadan.
Pewarta: Mardi

















