Roti dan Mercusuar, Simbol Psikologis Keluarga

INSKA NEWS

INSKANEWS., Jakarta.Dalam film Senin Harga Naik, yang akan tayang mulai 18 Maret 2026 di seluruh Bioskop di Indonesia, dua simbol utama yang muncul roti dan mercusuar bukan sekadar latar cerita, melainkan representasi psikologis yang dalam. Jika ditarik ke analisis Sigmund Freud, keduanya dapat dibaca sebagai metafora tentang keluarga, kehangatan, dan pencarian identitas.

Roti: Simbol Kehangatan dan Naluri Dasar
Freud menekankan bahwa makanan adalah salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan primer manusia, yang erat kaitannya dengan kasih sayang ibu. Roti dalam film ini bukan hanya produk toko keluarga, tetapi juga simbol kehangatan rumah dan cinta yang sederhana namun mendasar.
– Roti menjadi pengingat akan “oral stage” dalam teori Freud, di mana anak pertama kali merasakan kasih sayang melalui pemberian makanan.
– Dalam konteks Mutia dan ibunya, roti adalah jembatan emosional: sesuatu yang tampak sederhana, tetapi menyimpan memori kolektif tentang kebersamaan, tradisi, dan rasa aman.

Mercusuar: Simbol Ego dan Pencarian Arah
Mercusuar, yang menjadi nama toko roti, memiliki makna psikologis yang lebih kompleks. Freud melihat simbol cahaya atau menara sebagai representasi ego—bagian diri yang berusaha memberi arah di tengah konflik antara id (naluri) dan superego (nilai moral).
– Mercusuar dalam film ini adalah penanda arah hidup Mutia: ia ingin mandiri, tetapi tetap ditarik kembali ke akar keluarganya.
– Mercusuar juga melambangkan otoritas orang tua. Sang ibu, Retno, menjadi figur yang keras kepala, seperti mercusuar yang tegak berdiri, sulit digeser, namun tetap berfungsi sebagai penuntun.

Pertemuan Simbol: Konflik dan Rekonsiliasi
Ketika roti (kehangatan, kebutuhan dasar) bertemu dengan mercusuar (arah, otoritas), terjadi benturan psikologis yang mencerminkan konflik anak dan orang tua. Berdasarkan pandangan Freud tersebut, bisa disimpulkan bahwa, dinamika ini sebagai bagian dari proses individuasi: anak berusaha melepaskan diri dari dominasi orang tua, tetapi tetap membutuhkan fondasi emosional dari keluarga.

Film Senin Harga Naik dengan demikian bukan hanya drama keluarga, melainkan refleksi tentang bagaimana manusia mencari keseimbangan antara kebutuhan akan kasih sayang dan dorongan untuk mandiri. Di momen Lebaran, simbol roti dan mercusuar menjadi ajakan untuk kembali ke rumah, menemukan arah, dan merasakan kehangatan yang mungkin sempat hilang. Namun dalam salah satu dialog pada film yang akan tayang di Bioskop mulai tanggal 18 Maret ini, ada penjelasan alasan pembangunan Mercusuar di pojok bangunan toko roti keluarga.


Ryennaldy Zulkarnain

Also Read

Tags