Reda Gaudiamo Bertemu Sahabat Lama, Kisah Nyata “Na Willa” Mengharukan Penonton di Surabaya

INSKA NEWS

INSKA NEWS, Jakarta —– Momen haru terjadi dalam acara nonton bareng film Na Willa yang digelar oleh Visinema Studios di Tunjungan Plaza 1 XXI, Surabaya, Selasa, 31 Maret 2026. Acara ini menjadi istimewa karena mempertemukan kembali penulis sekaligus inspirasi cerita film tersebut, Reda Gaudiamo, dengan sahabat masa kecilnya, Ibu Farida, setelah lebih dari enam dekade berpisah.

Pertemuan ini bukan sekadar reuni biasa, melainkan bagian dari kisah nyata yang melatarbelakangi film Na Willa. Cerita film ini diangkat dari pengalaman masa kecil Reda di kawasan Krembangan, Surabaya, yang kini dihidupkan kembali dalam bentuk visual di layar lebar dan telah dirasakan oleh hampir satu juta penonton.

Suasana emosional terasa ketika Reda dan Ibu Farida duduk berdampingan menyaksikan adegan demi adegan yang merefleksikan kenangan masa kecil mereka. Salah satu momen yang paling menyentuh adalah adegan ketika Na Willa ingin ikut mengaji bersama Farida, yang membuat Ibu Farida tak kuasa menahan haru.

Dalam film tersebut, karakter Farida diperankan oleh Freya Mikhayla, sementara tokoh Na Willa dimainkan oleh Luisa Adreena. Keduanya berhasil menghadirkan potret persahabatan anak-anak yang hangat, jujur, dan penuh keceriaan, mencerminkan hubungan nyata yang pernah terjadi di masa lalu.

Reda Gaudiamo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penonton yang telah memberikan apresiasi terhadap film ini. Ia mengatakan bahwa film tersebut diharapkan mampu membawa kembali kebahagiaan masa kecil dan mempererat hubungan dengan sahabat lama.

“Terima kasih yang sudah menonton Na Willa. Saya berharap film ini bisa membawa kita kembali ke masa kecil dan menyambung kembali hubungan dengan teman-teman lama,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Farida mengaku sangat terharu saat menyaksikan kisah yang terasa begitu dekat dengan kehidupannya. Ia mengenang masa kecilnya bersama Reda dengan penuh emosi. “Rasanya seperti melihat diri saya sendiri waktu kecil. Apalagi saat adegan mengaji dan salat, saya benar-benar tidak bisa berkata-kata,” ungkapnya.

Usai acara nobar, Reda juga menyempatkan diri mengunjungi kembali kawasan Krembangan dan rumah Ibu Farida. Pertemuan tersebut menjadi penanda bahwa kenangan masa kecil tetap hidup meski waktu telah berlalu. Reda mengakui bahwa latar, tokoh, dan pengalaman dalam film merupakan bagian dari kehidupannya di masa lalu, termasuk persahabatannya dengan Farida dan teman-teman lainnya.

Apresiasi juga datang dari Ernest Prakasa yang menilai film ini sebagai karya yang mampu menyeimbangkan unsur edukasi dan hiburan. Ia memuji pendekatan visual yang digunakan sutradara Ryan Adriandhy serta kualitas akting para pemain. Menurutnya, Na Willa bukan sekadar film, melainkan pengalaman emosional yang mengajak penonton kembali ke masa kecil, keluarga, dan kehangatan sederhana yang penuh makna.  (***)

 

(Rizki)

Also Read

Tags