INSKANEWS, Jakarta, 7 April 2026 – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) terus memperkuat jaringan strategis serta kerja sama internasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Upaya tersebut dilakukan melalui penerimaan kunjungan peserta Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan LXIX tahun 2026 dalam kegiatan Peninjauan Objek Penting (POP) yang berlangsung di Jakarta, Senin (6/4).
“Kolaborasi lintas negara dalam menghadapi kejahatan narkotika yang bersifat transnasional merupakan hal yang penting,” kata Sekretaris Utama BNN RI Tantan Sulistyana.
Ia menambahkan bahwa kehadiran peserta dari berbagai negara sahabat menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi di tingkat global dalam menghadapi ancaman narkotika.
Peserta kegiatan terdiri dari peserta dalam negeri serta perwakilan dari enam negara sahabat, yakni Malaysia, Timor Leste, Australia, Singapura, Kamboja, dan India.
Pimpinan peserta dari Lemhannas, Edi Saputra, menjelaskan bahwa para peserta internasional tersebut mengikuti program pendidikan P4N di Lemhannas RI selama enam bulan. Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu memahami secara langsung strategi penanganan narkotika yang diterapkan di Indonesia.
Selain itu, para peserta juga memaparkan kondisi serta langkah-langkah penanganan narkotika di negara masing-masing sebagai bagian dari pertukaran informasi dan pembelajaran bersama.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta meninjau sejumlah fasilitas milik BNN, di antaranya layanan pusat panggilan (call center), Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), Museum BNN, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Dalam kunjungan itu, Sekretaris Utama BNN RI didampingi oleh para pejabat tinggi madya dan pratama. Sementara itu, dari pihak Lemhannas, kegiatan dipimpin oleh Bob Henry Panggabean sebagai penanggung jawab, dengan Edi Saputra sebagai pimpinan peserta.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain tenaga ahli Raja Erjan, sekretaris Robertus Budi Wijayanto, serta staf umum Ana Susilowati.
(Jhon)

















