BPBD Bengkulu Perkuat Edukasi Pencegahan Kebakaran Lahan

INSKA NEWS

INSKA NEWS, Jakarta—-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di Provinsi Bengkulu melalui edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu bersama sejumlah pihak, termasuk pakar kebencanaan dan warga setempat.

Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Christian Hermansyah, menyampaikan bahwa edukasi ini penting dilakukan mengingat pengalaman Indonesia dalam lima tahun terakhir yang kerap dilanda kebakaran hutan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pelajaran agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi serupa.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas pembakaran lahan harus dihindari karena dapat memicu dampak yang meluas. Terutama bagi petani dan pemilik kebun, kehati-hatian dalam mengelola lahan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah kebakaran.

Christian menegaskan bahwa penyampaian informasi kepada masyarakat harus dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. Ia mengatakan, “Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar dan sulit dikendalikan.”

Dalam kegiatan tersebut, BPBD juga mengacu pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi cuaca menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat di setiap wilayah.

Berdasarkan data BMKG, tidak seluruh wilayah Provinsi Bengkulu berpotensi mengalami kondisi kering ekstrem. Beberapa daerah masih berpeluang terjadi hujan ringan hingga sedang, sehingga risiko kebakaran relatif dapat ditekan meski tetap perlu diwaspadai.

Selain itu, kegiatan edukasi turut menghadirkan pandangan dari akademisi. Guru Besar dan pakar manajemen kebencanaan geologi dari UPN Veteran Yogyakarta, Profesor Eko Teguh Paripurno, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.

Ia menyatakan bahwa pendekatan berbasis edukasi dan perlindungan lingkungan harus dilakukan secara konsisten. “Program pencegahan harus menyentuh langsung masyarakat agar mereka memahami risiko dan mampu melindungi lingkungannya secara mandiri,” ujar Eko.  (***)

 

(Rizki).

Also Read

Tags