TNI AU Dorong Kekuatan Siber dan Digital di Usia 80 Tahun

INSKA NEWS

INSKA NEWS, Jakarta —- Kolonel Ahmad Irfan, Kepala Subdinas Informasi dan Internet Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara. Dialog ini membahas penguatan komunikasi sebagai bagian dari strategi pertahanan udara modern di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola ancaman global. Pada Jumat, 10 April 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Udara yang diperingati setiap 9 April. Pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah “80 Tahun Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU Ampuh, Indonesia Maju” sebagai refleksi perjalanan panjang sekaligus arah penguatan ke depan.

Kolonel Ahmad Irfan menjelaskan bahwa usia 80 tahun menjadi simbol perjalanan pengabdian yang panjang sejak awal berdirinya pada 1946. Ia menyebut, TNI Angkatan Udara telah berkembang dari kekuatan sederhana menjadi institusi yang terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pertahanan modern.

Di kutip dalam program siaran Radio Republik Indonesia melalui acara “TNI Menyapa”, Ia mengatakan, “Perjalanan delapan dekade ini menunjukkan bagaimana kami tumbuh dari keterbatasan menuju kekuatan yang lebih modern untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dalam perkembangannya, TNI Angkatan Udara telah melalui berbagai fase penting, mulai dari penguatan besar pada era 1960-an, penurunan kapasitas di periode berikutnya, hingga kembali melakukan modernisasi sejak awal 2000-an. Saat ini, penguatan difokuskan pada pengadaan alutsista modern, sistem radar, serta integrasi jaringan untuk mendukung operasi udara yang lebih efektif.

Lebih lanjut, transformasi dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni penguatan platform seperti pesawat dan sistem pertahanan, pembangunan sistem terintegrasi berupa radar dan data link nasional, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya ini diarahkan untuk menghadapi ancaman yang kini tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga merambah ke ranah digital.

Ia menambahkan, “Kami tidak hanya menyiapkan kekuatan di udara, tetapi juga kemampuan di domain siber dan informasi.” Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi perang modern menuntut penguasaan teknologi dan informasi secara menyeluruh.

Selain itu, konsep kedaulatan digital menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan. Pengamanan data, jaringan komunikasi, dan sistem radar terus diperkuat untuk mengantisipasi serangan siber yang berpotensi melumpuhkan operasi. Dengan demikian, kekuatan udara tidak lagi semata ditentukan oleh alutsista, tetapi juga oleh keunggulan dalam penguasaan data dan sistem informasi. (***)

 

(Rizki)

Also Read

Tags