JAKARTA TIMUR, INSKA NEWS — Paguyuban Jawa Tengah (PJT) menggelar Halal Bihalal (HBH) 2026 sebagai penutup rangkaian Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh semangat kebersamaan dan nuansa kearifan lokal.
Kegiatan bertema “Bersatu dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa” ini berlangsung di Aula Bambu Apus Blok C, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jalan Dr. Sumarno No.1, Pulo Gebang, Minggu (12/4/2026).
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri ratusan hingga ribuan perantau asal Jawa Tengah dari berbagai wilayah Indonesia.
Hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Pramono Anung Wibowo, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, Ketua Umum PJT KRAT. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, Pembina PJT Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, serta Ketua Dewan Kehormatan PJT Wiranto. Selain itu, hadir pula perwakilan paguyuban dari 35 kabupaten/kota serta delegasi dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung.
Ketua Panitia Pelaksana, Siti Latifah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi di perantauan.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momen menyatukan hati, menghapus jarak, dan menumbuhkan semangat gotong royong khas Jawa Tengah,” ujarnya.

Ketua Umum PJT KRAT. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mulai dari pemerintah, sponsor, mahasiswa, hingga seluruh warga Jawa Tengah di Jakarta. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai migunani atau kebermanfaatan bagi sesama.
“Paguyuban ini adalah rumah kedua bagi perantau. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga agar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap peran paguyuban sebagai mitra strategis pemerintah. Ia berharap sinergi yang terjalin dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti kontribusi besar warga Jawa Tengah dalam pembangunan ibu kota. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas perantau menjadi kunci dalam menciptakan inovasi sosial dan ekonomi yang inklusif.
“Jakarta berhutang pada kerja keras warga Jawa Tengah. Harmonisasi ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas wilayah mampu melahirkan gagasan baru untuk kesejahteraan bersama,” ujar Pramono.
Ia juga mendorong PJT agar terus berperan sebagai jembatan penghubung antarwilayah, baik dalam aspek ekonomi, budaya, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Di sisi lain, Ketua Dewan Kehormatan PJT Wiranto menegaskan bahwa paguyuban harus menjadi kekuatan sosial yang aktif dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.
“Paguyuban Jawa Tengah bukan sekadar wadah nostalgia, tetapi kekuatan kolektif yang menjaga nilai tepa selira dan gotong royong, serta menjadi perekat keberagaman Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Mutis 2026, Dr. Noor Rahmat, S.H., M.Kn., mengajak seluruh warga Jawa Tengah di Jakarta untuk terus memperkuat kebersamaan serta mendukung program pemerintah, baik di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun DKI Jakarta.

Rangkaian acara berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan, mulai dari pentas seni budaya, bazar UMKM, hingga ramah tamah yang menghadirkan suasana hangat khas kampung halaman. Dukungan teknis kegiatan juga berjalan optimal berkat koordinasi panitia dan tim yang dipimpin Sekretaris Jenderal PJT, Nick Nurrachman.
Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan semangat guyub dan gayeng terus terjaga serta memperkuat persaudaraan warga Jawa Tengah di perantauan sebagai bagian dari kekuatan sosial bangsa.(mmn)

















