INSKA NEWS, Jakarta —- Kondisi sektor keuangan Indonesia dinilai masih berada dalam kategori moderat di tengah tekanan dinamika global. Penilaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional yang relatif stabil meskipun menghadapi gejolak eksternal. Selasa, 14 April 2026.
Tekanan tersebut dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Meski demikian, dampaknya terhadap pasar domestik dinilai belum terlalu berat.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga masih tergolong terkendali. Selain itu, persepsi investor terhadap perekonomian Indonesia tetap positif, sehingga stabilitas pasar keuangan masih dapat terjaga.
Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kementerian Keuangan, Noor Faisal Achmad, S.E., Ak., M.Sc., Ph.D, menyampaikan hal tersebut dalam acara Central Banking Forum 2026 di Jakarta. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga kepercayaan pasar melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara hati-hati.
“Tekanan di pasar keuangan terhadap Indonesia masih relatif moderat. Nilai tukar rupiah juga masih terkendali, dan persepsi risiko terhadap Surat Berharga Negara tetap rendah,” ujar Nor Faisal Ahmad. Ia menambahkan, Indonesia masih dipandang baik oleh para investor.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Hutapea, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh arus keluar modal asing pada awal konflik.
“Aliran keluar modal asing sempat cukup besar di awal konflik, namun saat ini mulai mereda sehingga terdapat harapan penguatan rupiah dalam jangka menengah hingga panjang,” kata Erwin Hutapea.
Ia juga menambahkan bahwa Bank Indonesia terus meningkatkan daya tarik pasar keuangan melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang dilakukan secara rutin. Langkah ini bertujuan untuk menarik kembali aliran modal asing dan mendukung penguatan rupiah.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis sebesar 0,01 persen atau sekitar satu poin menjadi Rp17.015 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini telah berlangsung sejak akhir pekan lalu, meskipun pergerakannya masih dalam batas yang terkendali. (***)
Foto : Ilustrasi
(Rizki)

















