INSKANEWS, Jakarta, 14 April 2026 — Press screening dan konferensi pers film Para Perasuk hari ini menegaskan bahwa karya terbaru sutradara Wregas Bhanuteja bukan sekadar horor, melainkan eksplorasi psikologis tentang rasa takut dan trauma.
Dalam sesi wawancara, Wregas menekankan riset budaya lokal serta simbolisme visual yang menjadi fondasi atmosfer mistis film ini. “Ketakutan terbesar manusia seringkali bukan pada hantu, melainkan pada dirinya sendiri,” ujarnya.
Para produser, yakni Iman Usman, Siera Tamihardja, dan Amalia Rusdi, menyoroti kolaborasi lintas tim kreatif, strategi distribusi internasional, serta tantangan logistik di lokasi syuting yang sarat nuansa mistis.
Sementara itu, para pemeran utama berbagi pengalaman mendalami karakter. Angga Yunanda menyebut peran ini sebagai kesempatan keluar dari zona nyaman. Maudy Ayunda menekankan sisi psikologis kompleks yang harus ia eksplorasi, sedangkan Chicco Kurniawan menyoroti chemistry antar-pemain. Indra Birowo menambahkan sentuhan humor sebagai penyeimbang ketegangan cerita.
Film Para Perasuk diposisikan sebagai karya yang menggabungkan hiburan dengan nilai simbolik dan budaya. Dengan pendekatan artistik dan pendalaman karakter, film ini diharapkan menghadirkan pengalaman sinematik yang menakutkan sekaligus menyentuh sisi emosional penonton.
—
Ryennaldy Zulkarnain

















