INSKANEWS, CILEGON – Di tengah semangat pembangunan dan kemajuan daerah, muncul sebuah ironi yang patut menjadi bahan renungan bersama. Di kota industri seperti Cilegon, penghargaan terhadap hiburan kerap terlihat jauh lebih besar dibanding apresiasi terhadap pemikiran, kreativitas, dan inovasi.
Fenomena ini kembali menjadi sorotan dalam momentum perayaan hari jadi Kota Cilegon.
Pemerintah daerah tidak segan mengalokasikan anggaran besar untuk menghadirkan artis ternama demi memeriahkan panggung hiburan rakyat. Nilainya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah hanya untuk pertunjukan dalam hitungan jam.
Di sisi lain, para inovator lokal—baik dari kalangan pelajar, pemuda, aparatur sipil negara, maupun masyarakat umum—berjuang melahirkan gagasan dan solusi nyata bagi kota. Mereka menciptakan inovasi di bidang pelayanan publik, pengelolaan sampah, pengembangan UMKM, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.
Namun, apresiasi yang diterima sering kali belum sebanding dengan kontribusi mereka.
Tidak jarang hadiah lomba inovasi nilainya jauh lebih kecil dibanding biaya satu malam hiburan. Bahkan, para pemenang kadang hanya menerima penghargaan secara sederhana, tanpa ruang publikasi dan perhatian yang layak.
Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan persepsi kurang baik di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Mereka bisa melihat bahwa popularitas dan hiburan lebih menjanjikan dibanding pendidikan, riset, atau kerja keras menciptakan perubahan.
Padahal sebagai kota industri, Cilegon memiliki potensi besar menjadi pusat lahirnya ide-ide baru, teknologi lokal, serta sumber daya manusia unggul.
Kemajuan sebuah daerah sejatinya tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara seremonial, tetapi juga dari seberapa serius pemerintah memberi ruang bagi inovasi dan kreativitas warganya.
“Masyarakat tentu tidak anti terhadap hiburan. Panggung rakyat tetap penting sebagai sarana kebersamaan dan hiburan publik. Namun keseimbangan anggaran dan perhatian juga perlu dijaga.
Sudah saatnya penghargaan terhadap para inovator diberikan lebih besar, baik melalui dukungan anggaran, pembinaan berkelanjutan, maupun panggung kehormatan yang setara. Sebab hiburan mungkin memberi kegembiraan sesaat, tetapi inovasi adalah fondasi masa depan.
Jika ingin dikenal sebagai kota maju, Cilegon bukan hanya perlu panggung megah, tetapi juga keberpihakan nyata kepada mereka yang membangun kota dengan ide, ilmu pengetahuan, dan karya.

















