INSKANEWS, Jakarta, 23 April 2026Tayangan brutal penuh darah dalam press screening sekaligus press conference film Ikatan Darah di Studio 2 Epicentrum XXI Jakarta, Rabu (22/4/2026), sukses membuat penonton tercengang. Sepanjang pemutaran, penonton seolah diajak masuk langsung ke dalam setiap adegan perkelahian berkat teknik pengambilan gambar yang agresif dan dinamis, di mana kamera terasa ikut “bertarung” bersama para pemain.
Sentuhan sinematik tersebut tak lepas dari peran Ardian Saputra, mantan stuntman yang kini bertransformasi menjadi kameramen aksi. Pengalamannya di dunia stunt membuat Ardian memahami ritme pertarungan secara mendalam, sehingga setiap pergerakan kamera terasa organik dan menyatu dengan koreografi laga. Ia bukan sekadar merekam adegan, melainkan menghadirkan sudut pandang yang membuat penonton seolah berada di tengah pertarungan.

Pendekatan ini menjadikan kamera sebagai “mata ketiga” yang ikut bertarung, menambah intensitas emosional sekaligus nilai artistik film. Perjalanan Ardian dari stuntman ke balik kamera juga menjadi kisah menarik tentang talenta di balik layar yang mampu membawa inovasi visual bagi perfilman Indonesia.
Dalam sesi konferensi pers, Ardian mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sutradara Sidharta Tata dan produser eksekutif Iko Uwais untuk menjadi operator kamera di film tersebut.
Pemeran Bilal, Derby Romero, turut memuji kemampuan Ardian.
“Justru hebatnya A Yadi ini. A Yadi kawin sama semua pemain, sama semua cast, karena dia hafal semua koreo kita. Dan dia menyesuaikan sama kita. Sama gue beda, sama Adul beda, sama Livi beda. Itu gila, A Yadi memang luar biasa,” ujar Derby.
Iko Uwais menambahkan, Ardian telah berprofesi sebagai stuntman sejak 2007. Dalam film ini, pengalamannya diterapkan penuh saat mengoperasikan kamera hingga akhirnya bergabung dalam Uwais Team, tim koreografer seni bela diri dan stunt bentukan Iko Uwais sejak 2014
Tim tersebut dikenal sebagai salah satu penggerak standar internasional film laga Indonesia dan terlibat dalam berbagai proyek global seperti Mile 22, Wu Assassins, hingga Extraction: TYGO (2026).
Dalam film laga, detail tangkapan kamera menjadi unsur vital selain koreografi pertarungan. Filosofi Iko Uwais yang memadukan pencak silat dengan disiplin bela diri modern agar diterima universal tanpa kehilangan akar budaya, terasa kuat dalam Ikatan Darah melalui adegan-adegan perkelahian yang brutal dan intens.
Meski demikian, sutradara Sidharta Tata menegaskan bahwa kekerasan seharusnya tidak terjadi di dunia nyata. Menurutnya, kekerasan cukup hadir di sinema sebagai medium hiburan dan ruang aman untuk menikmati cerita.
Film Ikatan Darah dengan klasifikasi usia 17+ dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 30 April 2026.
Ryennaldy Zulkarnain

















