INSKA NEWS, Jakarta —– Kuy Studios bersama Aktina Film menggelar press screening dan press conference film Kupeluk Kamu Selamanya sebagai bentuk pengenalan karya terbaru kepada media. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, dengan dihadiri sejumlah insan perfilman dan awak media.
Acara tersebut diikuti oleh para pembuat film dan jajaran pemain yang terlibat dalam produksi. Suasana berlangsung hangat dan penuh apresiasi, mencerminkan kebersamaan yang terbangun selama proses kreatif. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan film sebelum menjangkau penonton yang lebih luas.
Sejumlah tokoh hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Sean Gelael selaku produser eksekutif, Dinda Hauw sebagai produser, serta Pritagita Arianegara yang mengarahkan film ini. Para pemain yang turut hadir antara lain Hana Malasan, Ibnu Jamil, Fanny Ghassani, Mario Irwinsyah, serta Yurike Prastika bersama pemeran lainnya.
Dalam sambutannya, perwakilan tim produksi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan produksi. Ia menuturkan bahwa proses pengerjaan film dilakukan dengan penuh dedikasi dan kebersamaan. “Kami bersyukur seluruh proses berjalan lancar, aman, dan akhirnya bisa menghadirkan film ini dengan sepenuh hati,” ujarnya, seraya berharap film tersebut dapat diterima oleh penonton.
Momen lain yang dibagikan dalam konferensi pers adalah pengalaman para pemain saat mengikuti proses pembacaan naskah. Disebutkan bahwa salah satu pemeran sempat mengalami kegugupan pada awal pertemuan. Namun, suasana kebersamaan yang terjalin di antara para pemain mampu meredakan ketegangan dan memperkuat kekompakan selama proses produksi berlangsung.
Dari sisi produksi, salah satu kru mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam proyek ini menjadi pengalaman berbeda karena harus beralih dari depan layar ke belakang layar. Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut menuntut penyesuaian dalam pengelolaan waktu dan tanggung jawab. “Saya harus menurunkan ego dan belajar mengatur banyak hal di balik layar,” tuturnya, menggambarkan tantangan yang dihadapi.
Para pemain juga merasakan dukungan yang kuat dari tim produksi, terutama dari sutradara. Mereka mendapatkan bimbingan secara intensif selama proses syuting sehingga mampu mendalami karakter dengan lebih baik. Salah satu pemain menyampaikan bahwa proses tersebut membuatnya merasa diarahkan secara bertahap hingga memahami peran secara menyeluruh, sehingga menciptakan kenyamanan dalam berakting.
Film “Kupeluk Kamu Selamanya” karya Pritagita Arianegara, mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya relasi antara ibu dan anak. Pendekatan yang digunakan tidak menitikberatkan pada kemegahan visual, melainkan pada kejujuran emosi yang dihadirkan melalui ruang kerja yang aman bagi para pemain.
Salah satu pemeran menyampaikan pesan reflektif bahwa pengelolaan emosi menjadi hal penting dalam kehidupan. “Dalam kondisi yang tidak sempurna, kita boleh panik, tetapi jangan kehilangan akal untuk mencari jalan keluar,” ujarnya menutup rangkaian acara. (***)
(Rizki)

















