INSKA NEWS,Bandung- Persib Bandung kembali menunjukkan taringnya di level Liga Satu. Klub berjuluk Maung Bandung itu perlahan membuktikan bahwa tim asal Bandung mampu bersaing di kompetisi liga satu Indonesia untuk kembali menjadi Juara untuk yang ke tiga kali.
Di bawah asuhan pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, Persib berhasil mencetak sejarah baru yaitu Hatrick menjadi juara.
Dengan pengalaman nya di kejuaraan Asia menjuarai Grup G ACL 2 setelah mengoleksi 13 poin dari enam pertandingan, hasil dari empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Langkah Persib baru terhenti di babak 16 besar usai kalah agregat 1-3 dari klub asal Thailand, Ratchaburi FC.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi Persib sekaligus sinyal bahwa klub Indonesia akan kembali mulai bersaing di level Asia Tenggara bahkan Asia. Selain itu, sejarah baru juga tercipta ketika bek Persib, Frans Putros, dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 bersama Tim Nasional Irak. Momen ini menjadi yang pertama dalam sejarah Persib memiliki pemain aktif yang tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Tidak hanya itu, beberapa pemain Persib juga mulai rutin mendapat panggilan memperkuat tim nasional. Hal ini menunjukkan kualitas skuad Maung Bandung semakin diakui di level internasional.
Untuk musim 2026/2027, Persib dipastikan kembali tampil di kompetisi Asia setelah sukses mengunci posisi papan atas Super League domestik. Modal besar pun dimiliki Persib untuk kembali bersaing, mulai dari stabilitas finansial dan manajemen klub yang sehat di bawah PT Persib Bandung Bermartabat hingga kemampuan mempertahankan pemain lokal berkualitas seperti Beckham Putra.
Pengalaman Bojan Hodak juga menjadi nilai tambah tersendiri. Pelatih yang pernah membawa Kuala Lumpur City FC menembus final AFC Cup 2022 itu dinilai memiliki pengalaman dan strategi yang mumpuni menghadapi persaingan klub-klub Asia.
Selain faktor taktik, mental dan fisik para pemain Persib dinilai sudah teruji setelah menjalani kompetisi domestik yang ketat. Dukungan Bobotoh yang selalu setia mendampingi tim, termasuk saat bermain di luar negeri, juga menjadi energi tambahan bagi skuad Persib.
Namun, perjalanan Persib menuju prestasi tertinggi Asia masih menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah persoalan disiplin dan regulasi AFC. Persib sempat menerima sanksi denda sebesar US$200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar serta hukuman laga kandang tanpa penonton akibat kerusuhan pasca pertandingan melawan Ratchaburi FC pada Februari 2026.
Kedewasaan suporter menjadi faktor penting agar perjuangan Persib di kompetisi Asia tidak kembali terganggu oleh masalah nonteknis.
Selain itu, kedalaman skuad juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen dan tim pelatih. Jadwal padat di berbagai kompetisi membuat Persib membutuhkan rotasi pemain yang merata agar mampu bersaing dengan klub-klub kuat dari Asia Timur maupun Asia Barat.
Secara keseluruhan, Persib dinilai sudah berada di jalur yang tepat. Keberhasilan menembus fase gugur Asia menjadi bukti bahwa Maung Bandung bukan lagi sekadar tim kuat di kandang, melainkan kekuatan baru yang mulai diperhitungkan di Asia.
Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana Persib mampu menjaga konsistensi dan memperbaiki kekurangan agar bisa melangkah lebih jauh di kompetisi Asia musim depan.
Penulis : Deddy Haryadi

















