INSKANEWS – Peringatan budaya adat Mapag Sri di Desa Ujung Gebang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, tahun ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga momentum refleksi penting bagi kesehatan masyarakat.Pelaksanaan pesta adat Mapag Sri ini akan di laksanakan hari Jum’at 5 Juni 2026.
Awak media Inskanews menyoroti menurunnya minat warga untuk berjalan kaki, di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor dan sepeda listrik.
Budaya jalan kaki yang semakin ditinggalkan dinilai berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Pola makan tinggi gula, kalori, minuman kemasan, serta sering konsumsi es mempengaruhi kondisi kesehatan. Dilihat dari segi kesehatan menunjukkan kasus diabetes dan stroke terus mengalami peningkatan.
Hal ini menjadi catatan penting perlunya kerja sama antara tim kesehatan, pemerintah desa, dan unsur masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang sehat. Pemeriksaan kesehatan rutin melalui posyandu dan puskesmas dinilai krusial dan bisa di optimalkan agar warga dapat mengetahui kondisi tubuh lebih dini. Selain itu, juga mendorong pemerintah desa untuk mengoptimalkan lahan untuk pembangunan sarana olahraga, sekaligus mengajukan proposal ke pemerintah guna menunjang fasilitas kesehatan.Apalagi 2 bulan lagi bulan Agustus biasanya banyak acara lomba dan kegiatan yang memerlukan sarana dan prasarana.
Kesehatan warga adalah tanggung jawab pemerintah. Program yang harus dibuat bukan hanya nanti nya hanya fasilitas, tetapi juga pengingat agar masyarakat menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama.
Sebagai bagian dari edukasi, berharap kepada panitia pesta adat Mapag Sri adanya pemasangan banner dan flyer yang mendukung olahraga jalan kaki. Kehadiran media visual ini diharapkan dapat menyeimbangkan arak-arakan ogoh-ogoh dan hiburan artis dalam pesta adat Mapag Sri, sehingga masyarakat tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga mengingat pentingnya menjaga kesehatan.
Dengan langkah ini, diharapkan budaya jalan kaki kembali diminati, dan kesehatan warga meningkat secara berkelanjutan. (Yudi)

















