Dari Rumah Sejarah Malasari, Bendera Pusaka Dijemput, Semangat Perjuangan Kembali Dikobarkan

inskanewstv

August 11, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKANEWS, Bogor,  9 Agustus 2026 – Nuansa patriotisme dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa mewarnai prosesi penjemputan bendera pusaka milik Pemerintah Kabupaten Bogor di Rumah Sejarah bekas Kantor Bupati Bogor pada masa revolusi fisik, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Ahad (9/8).

Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus momentum untuk mengenang kembali jejak perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa penjemputan bendera pusaka bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan, persatuan, serta keikhlasan para pahlawan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Dalam momentum yang sangat bersejarah buat Kabupaten Bogor, kita pun berdiri bersama-sama di tempat yang sangat terhormat dan tempat yang sakral buat berdirinya Kabupaten Bogor, buat perjuangan bangsa Indonesia, yaitu kita berada di rumah sejarah bekas Kantor Bupati masa revolusi fisik,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, Rumah Sejarah Malasari memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah Kabupaten Bogor.
Tempat tersebut menjadi salah satu saksi perjuangan bangsa Indonesia, khususnya pada masa revolusi fisik ketika para pemimpin dan masyarakat mempertahankan keberlangsungan pemerintahan di tengah situasi perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Dalam prosesi tersebut, bendera pusaka yang dijemput memiliki makna historis yang kuat.
Bendera tersebut merupakan bendera pertama dari Pemerintah Pusat Republik Indonesia yang dikirimkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun 1948.

Karena itu, Rudy menilai keberadaan bendera tersebut bukan hanya menjadi bagian dari benda bersejarah, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang perjuangan dan pengabdian para pendahulu Kabupaten Bogor.

Penjemputan bendera pusaka menjadi simbol untuk kembali menjemput semangat perjuangan dan keikhlasan para pahlawan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” tandasnya.
Ia menambahkan, setiap simbol yang diwariskan para pendahulu memiliki pesan yang harus diteruskan oleh generasi saat ini. Ketika bendera pusaka dijemput, kata Rudy, sesungguhnya yang dijemput bukan hanya sebuah benda bersejarah, tetapi juga semangat perjuangan, pengabdian, persatuan dan tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan.

Bendera ini sebagai salah satu simbol. Satu bendera dijemput, maka kita menjemput sebuah semangat perjuangan para pahlawan.
Kita menjemput sebuah keikhlasan pengabdian para pahlawan mengabdi kepada bangsa dan negara ini. Kita sebagai penerusnya wajib turut serta bersama-sama mengisi kemerdekaan,” jelasnya.
Prosesi berlangsung khidmat dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, serta berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) turut memperkuat suasana nasionalisme dalam kegiatan tersebut.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan program dan kebijakan, tetapi juga semangat kebersamaan, gotong royong, serta kesadaran terhadap sejarah.
Rudy berharap semangat yang lahir dari Rumah Sejarah Malasari dapat diteruskan dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor. Perbedaan yang ada, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama.

Mudah-mudahan momentum hari ini kita menjemput bendera pusaka yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi momentum kebersamaan kita merajut perbedaan-perbedaan yang ada di Kabupaten Bogor dengan satu tujuan: membangun bangsa Indonesia, membangun Bogor bersama-sama,” katanya.

Pres relise [ Ajuk ]
Editor. [ Kusni ]

Related Post