INSKA NEWS,Jakarta, 15 Agustus 2026 — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus memperkuat edukasi kemaritiman kepada generasi muda melalui pengenalan sejarah KRI Dewaruci, kapal layar legendaris yang menjadi simbol kejayaan maritim Indonesia.
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan ditujukan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Letkol Laut (P) Nana Masihna menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa Indonesia merupakan bangsa maritim atau bangsa bahari yang memiliki sejarah panjang di bidang kelautan.
“Kita mulai mengenalkan kepada rekan-rekan anak-anak SMP dan SMA tentang bangsa maritim atau bangsa bahari. Melalui edukasi ini, kita ingin mereka lebih memahami sejarah kemaritiman Indonesia, khususnya sejarah KRI Dewaruci,” ujar Nana.
Menurutnya, banyak anak-anak yang belum mengetahui bahwa KRI Dewaruci merupakan kapal bersejarah. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan mampu memperluas pengetahuan generasi muda mengenai warisan maritim bangsa.
“Kalau tidak disampaikan, banyak yang tidak tahu bahwa ini adalah kapal sejarah. Dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, mereka jadi tahu dan mudah-mudahan pengetahuan itu bisa mereka tularkan kepada yang lain,” katanya.
Nana menyebutkan bahwa antusiasme pelajar cukup tinggi. Sejumlah rombongan siswa dari Jakarta dan Jawa Barat mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan edukasi di KRI Dewaruci. Pihak TNI AL menyatakan terbuka bagi sekolah, komunitas, maupun masyarakat umum yang ingin berkunjung.
“Silakan bagi rekan-rekan, khususnya anak-anak sekolah, siapa saja boleh datang ke sini. Bisa bekerja sama melalui Dinas Potensi Maritim (Potmar) TNI AL atau melalui Yayasan Sail Indonesia. Home base kami sekarang berada di Pondok Dayung,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Nana mengucapkan selamat datang kepada sekolah Gema Insan Cendekia (GIC) Karawang yang telah berkunjung ke Kapal KRI Dewa Ruci Pada Sabtu (15/08/2026).

Selanjutnya beliau menjelaskan sejarah KRI Dewaruci. Kapal tersebut diresmikan pada tahun 1953 dan merupakan kapal layar tiang tinggi pertama milik Indonesia yang dibuat di Jerman Barat. KRI Dewaruci termasuk jenis barquentine, yaitu kapal layar dengan tiga tiang.
“Di Indonesia ada beberapa jenis kapal layar, yaitu barquentine, bark, dan schooner. KRI Dewaruci termasuk jenis barquentine yang meskipun tidak terlalu besar, tetapi memiliki nilai sejarah yang sangat besar,” ujarnya.
KRI Dewaruci juga mencatat prestasi internasional dengan mengelilingi dunia sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1964 dan tahun 2012.
Selama bertahun-tahun kapal ini digunakan sebagai kapal latih bagi Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam pelayaran praktik ke berbagai negara.
“Dulu hampir setiap tahun KRI Dewaruci digunakan untuk melatih Taruna Akademi Angkatan Laut dan mengikuti berbagai kegiatan pelayaran internasional,” tutur Nana.

Saat ini usia KRI Dewaruci telah mencapai sekitar 74 Tahun (1953 – 2026), namun kapal tersebut tetap menjadi simbol penting sejarah maritim Indonesia. Melalui program edukasi yang diselenggarakan di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung, TNI AL berharap semakin banyak generasi muda mengenal sejarah, menghargai jasa para pelaut dan pejuang maritim, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan kemaritiman Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TNI AL dalam membangun kesadaran maritim masyarakat sekaligus menjaga warisan sejarah bangsa agar tetap dikenal oleh generasi penerus.(mmn/Kus)








