Sail Indonesia Jaya Gandeng Cendekia Academy Ajak Ratusan Generasi Muda Mengenal Dunia Kemaritiman di KRI Dewa Ruci

inskanewstv

August 16, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKANEWS,  Jakarta Utara  — Yayasan Sail Indonesia Jaya menggandeng Cendekia Academy dan Emil Salim Institute mengajak ratusan generasi muda mengenal lebih dekat dunia kemaritiman melalui Cendekia Leadership Program di atas kapal layar legendaris KRI Dewa Ruci, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tersebut menjadi ruang pembelajaran berbasis pengalaman yang memadukan pendidikan kepemimpinan, pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, serta pengenalan dunia maritim kepada anak-anak dan remaja Indonesia.

Dalam kegiatan ini, Yayasan Sail Indonesia Jaya berperan sebagai salah satu penggerak utama kolaborasi program kemaritiman, dengan menghadirkan pengalaman belajar di lingkungan kapal layar bersejarah. Peran tersebut sejalan dengan upaya memperkenalkan dunia kemaritiman kepada generasi muda melalui pendekatan pendidikan yang kreatif, interaktif, dan berbasis pengalaman langsung.

Bersama Cendekia Academy dan Emil Salim Institute, Sail Indonesia Jaya mendorong agar KRI Dewa Ruci tidak hanya dipandang sebagai warisan sejarah pelayaran Indonesia, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi untuk menumbuhkan kepemimpinan, disiplin, keberanian, kerja sama, dan kecintaan terhadap laut.

Program ini juga mendapat dukungan GIS Peduli dan Kampus Relawan Indonesia. Kolaborasi lintas lembaga tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dan karakter generasi muda.

Menjadikan Laut sebagai Ruang Belajar

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas. Namun, pengalaman langsung mengenai sejarah pelayaran, budaya bahari, dan kehidupan kemaritiman belum banyak diperoleh anak-anak dan remaja dalam proses pendidikan sehari-hari.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Cendekia Leadership Program dikembangkan. Melalui lingkungan maritim sebagai ruang belajar, peserta diperkenalkan pada berbagai nilai yang relevan dengan pembentukan karakter dan kepemimpinan.

“Belajar tentang kemaritiman tidak cukup hanya melalui buku. Generasi muda perlu mendapatkan pengalaman langsung agar mereka dapat melihat, merasakan, dan memahami bahwa laut merupakan bagian penting dari identitas dan masa depan Indonesia.”

Pendekatan tersebut diterapkan melalui berbagai aktivitas interaktif yang dirancang oleh panitia dan fasilitator. Rangkaian kegiatan meliputi Adventure Challenge, Future Maritime Leader, Character Building, Explore Kapal Dewa Ruci, Teamwork Challenge, serta Learning Mini Station.

Setiap sesi diarahkan untuk melatih keberanian, komunikasi, kemampuan bekerja dalam tim, serta kepedulian terhadap lingkungan laut.

KRI Dewa Ruci sebagai Laboratorium Pengalaman

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mendapat kesempatan menjelajahi KRI Dewa Ruci. Mereka mengenal bagian-bagian kapal, mempelajari kehidupan pelaut, sekaligus mengikuti tantangan kelompok yang mendorong rasa percaya diri dan kepemimpinan.

Pengalaman tersebut memberikan perspektif berbeda mengenai dunia kemaritiman. Kapal yang selama ini dikenal sebagai bagian dari sejarah pelayaran TNI Angkatan Laut berubah menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan pembentukan karakter.

Bagi Yayasan Sail Indonesia Jaya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran terhadap potensi dan masa depan maritim Indonesia. Karena itu, kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas menjadi pendekatan strategis untuk memperluas literasi kemaritiman sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki perspektif kelautan.

Melalui Cendekia Leadership Program, para penyelenggara berharap lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, mampu bekerja sama, memiliki semangat kepemimpinan, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan kemaritiman Indonesia.

Pengalaman berada di atas KRI Dewa Ruci juga diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta untuk mencintai laut, menjaga lingkungan, dan berkontribusi bagi bangsa di masa mendatang.

Kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pendidikan dapat dikembangkan di luar ruang kelas dengan memanfaatkan pengalaman nyata sebagai media pembelajaran. Kolaborasi Sail Indonesia Jaya, Cendekia Academy, Emil Salim Institute, GIS Peduli, dan Kampus Relawan Indonesia memperlihatkan bahwa pendidikan karakter, kepemimpinan, dan kemaritiman dapat berjalan secara terpadu.

Lebih dari sekadar kegiatan kunjungan kapal, Cendekia Leadership Program menempatkan KRI Dewa Ruci sebagai ruang belajar untuk mengenalkan laut, membangun karakter, dan menumbuhkan kesadaran generasi muda bahwa masa depan Indonesia juga bertumpu pada kekuatan maritimnya.***

Related Post