Green Tourism Festival 2026, Wali Kota Munjirin Dorong Jakarta Timur Jadi Destinasi Wisata Hijau

inskanewstv

September 26, 2026

4
Min Read

On This Post

INSKANEWS , Jakarta Timur — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Green Tourism Festival 2026 sebagai upaya memperkuat pengembangan pariwisata berbasis lingkungan sekaligus menggali berbagai potensi wisata yang ada di wilayah Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Jalan Dr. Sumarno, Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Administrasi Jakarta Timur, Daerah Khusus Jakarta.

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Dr. Munjirin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema Green Tourism Festival 2026 sangat relevan dengan kondisi Jakarta Timur yang masih memiliki banyak lokasi potensial untuk dihijaukan dan dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Di Kota Jakarta Timur masih banyak sekali lokasi-lokasi yang bisa dihijaukan. Ini wajib dilakukan semua elemen masyarakat yang ada di Jakarta Timur bersama-sama untuk menghijaukan kota kita,” ujar Munjirin.

Menurutnya, potensi wisata di Jakarta Timur perlu terus dieksplorasi sekaligus dipublikasikan secara lebih kuat agar semakin dikenal masyarakat luas. Salah satu potensi yang dinilai memiliki karakteristik tersendiri adalah Banjir Kanal Timur (BKT).

“Di kota lain tidak punya yang namanya BKT, Banjir Kanal Timur. Itu adanya hanya di Jakarta Timur. Itu wajib hukumnya kita publikasikan dengan baik,” tegasnya.

Selain BKT, Munjirin juga menyoroti keberadaan sejumlah waduk, setu dan embung yang telah direvitalisasi. Kondisi sejumlah lokasi tersebut dinilai semakin menarik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata.

Ia meminta perangkat daerah terkait untuk menginventarisasi dan mempublikasikan lokasi-lokasi tersebut, termasuk berbagai aktivitas yang dapat dilakukan masyarakat.

“Saya yakin semua yang hadir di sini belum semuanya tahu lokasinya di mana, kondisinya seperti apa. Kalau bisa dipublikasikan bersama-sama, lokasinya apa saja, di mana saja, kemudian apa saja yang ada di situ untuk bisa dieksplorasi masyarakat,” katanya.

Dorong Agro-Eduwisata dengan Konsep Self Cooking

Munjirin juga mengajak seluruh pihak menggali potensi agro-eduwisata yang berada di Jakarta Timur. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah mengembangkan konsep wisata memasak mandiri atau self cooking.

Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat memilih bahan makanan yang tersedia di lokasi, seperti sayuran dan ikan, kemudian memasaknya sendiri di tempat yang telah disediakan.

“Di agro-eduwisata itu bisa mengambil kangkung sendiri, cabai sendiri, lele sendiri. Setelah bayar bisa masuk ke dapur yang disediakan dan di situ memasak sendiri,” jelasnya.

Konsep tersebut dinilai dapat menjadi pengalaman wisata yang menarik bagi keluarga maupun generasi muda. Pengunjung tidak hanya menikmati suasana agro-eduwisata, tetapi juga mendapatkan pengalaman memilih bahan pangan hingga mengolah makanan secara langsung.

Munjirin berharap gagasan tersebut dapat dikemas bersama perangkat daerah terkait, termasuk Sudin KPKP, Sudin Pertamanan dan Kehutanan serta Abang None Jakarta Timur 2026.

Gerakan Menanam Setiap Jumat

Dalam kesempatan tersebut, Munjirin juga mengajak masyarakat memperkuat gerakan penghijauan melalui kegiatan penanaman secara rutin setiap Jumat pagi.

Gerakan tersebut diharapkan melibatkan kelompok sadar wisata, Abang None, organisasi masyarakat dan berbagai komunitas di Jakarta Timur.

Masyarakat juga didorong memanfaatkan lahan pekarangan rumah maupun lahan kosong yang memungkinkan untuk ditanami setelah mendapatkan izin dari pemilik lahan.

“Tanami dengan tanaman-tanaman yang bisa menghasilkan dan bisa dikonsumsi sehari-hari oleh kita semuanya. Sehingga kotanya green, ketahanan pangan bisa kita ciptakan dengan baik,” tuturnya.

Menurut Munjirin, pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman pangan juga dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan.

Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

Lebih lanjut, Green Tourism Festival 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus kolaborasi seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap sektor pariwisata.

Munjirin menilai pengembangan pariwisata memiliki potensi untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

“Salah satu kota dilihat maju adalah dari pariwisatanya. Kota itu bisa menghasilkan sesuatu, bisa menghasilkan PAD yang baik. Salah satunya adalah dari sektor swasta,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus menggali dan mengembangkan potensi wisata Jakarta Timur, khususnya wisata yang mengedepankan lingkungan, edukasi, pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.

“Mudah-mudahan kegiatan dua hari Green Tourism Festival 2026 bisa berlangsung dengan baik,” pungkas Munjirin.

Wartawan : Kusni  Editor ; Kusni

Related Post