DPD AsMEN Jakarta Timur Kunjungi Kampung Peduli Lingkungan RT 08 Malaka Jaya

inskanewstv

October 7, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKANEWS, Jakarta Timur — Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal. Hal itu terlihat di RT 08/RW 04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, yang mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga.

Pada Rabu (7/10/2026), DPD AsMEN Jakarta Timur turut melihat langsung berbagai kegiatan tersebut melalui kunjungan Dadan, Kepala Divisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Antar Lembaga DPD AsMEN Jakarta Timur, ke kawasan Jalan Nusa Indah IV Gang 8, RT 08/RW 04.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung berbagai potensi kegiatan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sampah, budidaya perikanan, serta inovasi yang dilakukan secara gotong royong.

Dalam kunjungannya, Dadan melihat sejumlah fasilitas lingkungan yang dikembangkan warga. Berbagai inovasi tersebut menunjukkan adanya kepedulian masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, produktif, sekaligus memiliki nilai edukasi.

Salah satu penggerak kelompok tani (poktan) perikanan RT 08, Fadil, menjelaskan bahwa warga mengembangkan sistem saluran air dua tingkat. Bagian bawah digunakan sebagai saluran pembuangan air limbah rumah tangga, sedangkan bagian atas dimanfaatkan sebagai kolam pemeliharaan ikan.

“Kolam ini digunakan untuk memelihara ikan lele dan nila. Airnya tidak bercampur dengan saluran pembuangan. Sumber air kolam berasal dari sumur artesis,” ujar Fadil.

Budidaya ikan tersebut juga didukung pemanfaatan maggot sebagai pakan. Dengan cara ini, warga tidak hanya mengembangkan kegiatan perikanan, tetapi sekaligus memanfaatkan sumber daya organik yang tersedia di lingkungan.

Hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi warga dan dikembangkan menjadi produk pangan, seperti abon. Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan lingkungan dapat dikembangkan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain perikanan, pengelolaan sampah menjadi perhatian penting warga RT 08. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti botol plastik dan kardus dipilah untuk dijual kepada pengepul.

Upaya tersebut mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, kini dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.

Di kawasan tersebut juga terdapat berbagai fasilitas pendukung lingkungan, antara lain kolam gizi warga, kolam ikan hias, tanaman produktif, tanaman obat keluarga (TOGA), taman gantung, sistem akuaponik, sumur resapan, lampu hemat energi, ecobrick, biopori, penampungan air hujan, komposter, hingga fasilitas penyiraman otomatis.

Aspek edukasi masyarakat juga mendapat perhatian. Warga menyediakan papan informasi dua bahasa, jadwal piket kebersihan, media pembelajaran, pengeras suara lingkungan, CCTV, fasilitas pengaduan, serta taman lalu lintas edukatif.

Menurut Fadil, keberhasilan berbagai kegiatan tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan kerja sama antara pengurus RT/RW dengan masyarakat. Keterlibatan warga menjadi kunci agar berbagai program lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan tersebut, DPD AsMEN Jakarta Timur melihat bahwa inovasi yang tumbuh dari masyarakat dapat menjadi contoh positif bagi wilayah lain. Dadan menilai semangat warga dalam mengelola lingkungan perlu terus dijaga dan dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Kunjungan itu sekaligus memperkuat perhatian terhadap pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sebab, pencegahan krisis lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten di tingkat RT.

RT 08/RW 04 Malaka Jaya menjadi salah satu contoh bahwa kepedulian, gotong royong, dan kreativitas warga mampu melahirkan lingkungan yang tidak hanya lebih bersih dan hijau, tetapi juga produktif serta memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

Ke depan, berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Jakarta Timur untuk bersama-sama membangun kawasan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.(Dadan)

Related Post