INSKANEWS, Bekasi– Jumat 9 oktober 2026 Yayasan Yatim Indonesia Sejahtera (YIS) melalui program YIS Peduli terus menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Salah satunya melalui kegiatan santunan anak yatim yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, disertai pembagian Sedekah Jumat Berkah kepada anak-anak di sekitar yayasan serta para pekerja harian.
Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Yatim Indonesia Sejahtera, Jalan Al Amin, RT 06/RW 01, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kegiatan Sedekah Jumat Berkah, YIS Peduli membagikan nasi kotak kepada anak-anak di sekitar yayasan dan para pekerja harian, seperti pemulung, tukang ojek, serta masyarakat yang bekerja di sektor informal. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban penerima manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan melalui semangat berbagi.
Ketua Yayasan Yatim Indonesia Sejahtera, Ustadz Misdar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dapat terus menjalankan kegiatan santunan anak yatim dan Sedekah Jumat Berkah. Bagi kami, berbagi bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan kepedulian, dan mempererat tali silaturahmi. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dengan dukungan Ayah Bunda, para donatur, dan seluruh relawan,” ujar Ustadz Misdar.
Jalankan Program Beras Dhuafa dan Dukungan Pendidikan Al-Qur’an
Selain santunan anak yatim dan Sedekah Jumat Berkah, YIS Peduli juga memiliki sejumlah program sosial lainnya. Salah satunya adalah Berbagi Beras Dhuafa (BEDHA), yakni program pembagian beras bagi masyarakat yang membutuhkan dan dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Melalui program tersebut, YIS berupaya membantu memenuhi kebutuhan pangan penerima manfaat. Program ini sekaligus menjadi sarana bagi masyarakat dan para donatur untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial melalui sedekah yang memberikan manfaat langsung.
Tidak hanya bergerak dalam bidang sosial dan pangan, YIS Peduli juga memberikan perhatian terhadap pendidikan agama anak-anak melalui program berbagi sarana belajar Al-Qur’an. Bantuan yang diberikan berupa mushaf Al-Qur’an, buku Iqro, dan Juz Amma untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di sekitar wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran bagi para santri dan santriwati serta mendukung para pengajar dalam membimbing anak-anak membaca dan mempelajari Al-Qur’an sejak dini.
Ustadz Misdar menegaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar yayasan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Insyaallah, kami ingin YIS Peduli tidak hanya hadir melalui santunan dan bantuan pangan, tetapi juga ikut mendukung pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda. Kami berharap bantuan beras dapat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat, sementara mushaf Al-Qur’an, Iqro, dan Juz Amma dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap berbagai program YIS Peduli.
“Kami percaya bahwa kebaikan akan semakin luas manfaatnya ketika dilakukan bersama-sama. Terima kasih kepada seluruh Ayah Bunda dan Sahabat YIS Peduli yang telah mempercayakan amanahnya kepada yayasan. Semoga setiap bantuan dan sedekah yang diberikan menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan bagi pemberi maupun penerimanya,” tambahnya.
Melalui berbagai program tersebut, Yayasan Yatim Indonesia Sejahtera berupaya menjaga keberlanjutan kegiatan sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung pendidikan keagamaan anak-anak di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
YIS Peduli pun mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Dengan dukungan bersama, diharapkan semakin banyak anak yatim, keluarga dhuafa, dan santri TPA yang dapat merasakan manfaat dari program-program kebaikan tersebut.
(Jhon)








