Menag Nasaruddin Umar Membuka Konferensi Global Wakaf 2026 di Jakarta

inskanewstv

October 16, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKA NEWS,JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, menyampaikan pidato kunci sekaligus membuka acara  The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Konferensi ini menjadi salah satu forum internasional untuk mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mengusung tema “Advancing Inclusive Productive Waqf for Global Economic Resilience”, konferensi tersebut menyoroti pentingnya pengembangan wakaf produktif yang inklusif guna mendukung ketahanan ekonomi global dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Berdasarkan informasi yang ditampilkan pada layar utama acara, konferensi ini melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Bank Indonesia, serta berbagai institusi yang bergerak di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Pengembangan wakaf produktif menjadi salah satu fokus pembahasan karena memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pengelolaan aset wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel, manfaat wakaf diharapkan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Kolaborasi antara pemerintah, otoritas keuangan, lembaga pengelola wakaf, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperkuat ekosistem wakaf produktif. Tata kelola yang baik dan pengelolaan yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga wakaf.

Salah satu peserta kegiatan, Karnaeni dari Yayasan Panji Nusantara, mengaku senang dan bersyukur dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dalam forum ini menjadi kesempatan berharga untuk menambah wawasan sekaligus memahami lebih jauh potensi wakaf dalam mendukung kemaslahatan umat.

“Alhamdulillah, saya merasa senang dan beruntung dapat mengikuti kegiatan ini. Selain menambah wawasan, forum ini memberikan pemahaman mengenai bagaimana wakaf dapat dikelola dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujar Karnaeni.

Ia menilai, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi penting bagi para nazhir atau pengelola wakaf serta pengelola lembaga sosial agar semakin profesional dan inovatif dalam mengelola amanah masyarakat.

Menurutnya, wakaf tidak hanya dipahami sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang apabila dikelola dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karnaeni berharap pengetahuan yang diperoleh melalui konferensi tersebut dapat menjadi bekal bagi Yayasan Panji Nusantara dalam mengembangkan program-program sosial yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) tersebut dibagi menjadi tiga sesi dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dari Indonesia maupun mancanegara.

Pembahasan dalam berbagai sesi tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pengembangan wakaf, mulai dari potensi pemanfaatannya hingga pentingnya kolaborasi dan pengelolaan yang profesional. Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang juga menjadikan kegiatan ini sebagai forum yang komprehensif dan edukatif bagi para peserta.

Bagi Yayasan Panji Nusantara, partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan wakaf dan mendorong pengembangan program sosial yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Melalui forum internasional seperti GLOW 2026, wakaf diharapkan semakin berkembang sebagai instrumen ekonomi sosial Islam yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(mmn)

Related Post