Ketum PJT Prihatin Enam Kepala Daerah di Jawa Tengah Tersandung Masalah Hukum, Ajak Pemimpin Jaga Amanah Rakyat

inskanewstv

October 16, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKA NEWS, JAKARTA – Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT), Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, menyampaikan keprihatinan atas persoalan hukum yang menimpa enam kepala daerah di Jawa Tengah. Ia mengajak seluruh pemimpin untuk menjadikan berbagai peristiwa tersebut sebagai momentum introspeksi dalam memperkuat integritas, kejujuran, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Dalam pesan keprihatinannya bertajuk “Menjaga Amanah, Meninggalkan Sifat Aluamah”, Leles menegaskan bahwa jabatan publik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sarana untuk memenuhi kepentingan pribadi maupun memperkaya diri.

Menurutnya, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, membangun daerah, serta memberikan teladan melalui sikap, perilaku, dan keputusan yang mengutamakan kepentingan rakyat.

“Jabatan adalah amanah, bukan kesempatan untuk memperkaya diri. Kekuasaan adalah tanggung jawab, bukan jalan untuk memenuhi kepentingan pribadi,” demikian pesan Leles dalam pernyataan keprihatinannya.

Enam Kepala Daerah Jadi Momentum Introspeksi

Keprihatinan terhadap enam kepala daerah di Jawa Tengah yang menghadapi persoalan hukum, menurut Leles, perlu menjadi pengingat bagi seluruh pemegang jabatan publik tentang pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia menilai, integritas dan pengendalian diri merupakan fondasi penting dalam menjalankan pemerintahan. Kekuasaan harus digunakan untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Meski demikian, terhadap para pejabat yang sedang menghadapi proses hukum, seluruh pihak tetap harus menghormati mekanisme hukum yang berlaku dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Status serta perkembangan setiap perkara perlu merujuk pada keterangan resmi aparat penegak hukum.

Leles berharap berbagai persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Tinggalkan Sifat Aluamah, Perkuat Integritas

Dalam perspektif spiritual dan tasawuf, Leles mengangkat istilah aluamah sebagai pengingat tentang pentingnya mengendalikan hawa nafsu dan kecenderungan manusia terhadap kepentingan duniawi.

Ia mengajak para pemimpin untuk senantiasa melakukan introspeksi agar tidak terjebak dalam keserakahan, penyalahgunaan kewenangan, maupun perilaku yang dapat merugikan masyarakat.

Menurutnya, pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan peraturan dan pengawasan. Upaya tersebut juga membutuhkan karakter yang jujur, keteladanan pemimpin, serta budaya yang menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Karena itu, Leles mengajak keluarga besar Paguyuban Jawa Tengah, tokoh masyarakat, kalangan pengusaha, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menanamkan nilai kejujuran serta tanggung jawab, mulai dari lingkungan keluarga, organisasi, hingga pemerintahan.

Paguyuban Jawa Tengah Dorong Penguatan Budi Pekerti

Lebih lanjut, Leles berharap Paguyuban Jawa Tengah terus berperan sebagai wadah pemersatu masyarakat sekaligus ruang untuk menumbuhkan persaudaraan, budi pekerti, kejujuran, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral.

Ia mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk memegang teguh falsafah Jawa, “Ojo dumeh, ojo serakah, lan ojo ngapusi rakyat.”

Ungkapan tersebut mengandung pesan agar seseorang tidak bersikap sewenang-wenang karena jabatan atau kekuasaan, tidak serakah terhadap harta dan kedudukan, serta tidak mengkhianati kepercayaan masyarakat.

Leles juga mengajak keluarga besar Paguyuban Jawa Tengah untuk terus menjaga semangat guyub, gayeng, migunani saklawase, yakni mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan senantiasa memberikan manfaat bagi sesama.

“Jabatan bisa berakhir, kekuasaan bisa berganti, tetapi nama baik, integritas, dan amal kebaikan akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” demikian pesan penutup Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah tersebut.

Melalui pesan keprihatinan ini, Leles berharap para pemimpin dan seluruh elemen masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga amanah, memperkuat integritas, serta membangun pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

Baginya, kepercayaan publik merupakan hal berharga yang harus dijaga melalui tindakan nyata, keteladanan, dan komitmen untuk mengutamakan kepentingan rakyat.

Leles Sudarmanto Mangun Nagoro
Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT)

Related Post