Jakarta, INSKANEWS — Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur resmi menggelar kegiatan Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Pendidikan Politik dan Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi Tahun Anggaran 2026.
Acara tersebut berlangsung dengan khidmat di Aula Kantor Sekretariat KPU Kota Administrasi Jakarta Timur, Jalan Pulomas Barat VI, Pulo Gadung.

Program strategis ini dirancang untuk memperkuat etika serta budaya politik di tingkat daerah, sekaligus memfasilitasi kelembagaan pemerintah, perwakilan rakyat, dan partai politik.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendukung kesiapan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah Jakarta Timur agar berjalan lancar dan tertib.
Demi menjamin efektivitas serta kelancaran acara, Suban Kesbangpol Jakarta Timur telah mendistribusikan surat izin dan dispensasi kehadiran bagi para peserta dari berbagai instansi serta organisasi.
Langkah ini dilakukan guna memastikan keterwakilan yang luas dari berbagai elemen masyarakat, khususnya sektor pendidikan dan kepemudaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh 85 peserta terdiri dari jajaran pejabat Pemkot Jakarta Timur, Kemenag, Pengurus FKKS, tokoh agama, pengurus Pramuka, serta perwakilan guru dan siswa SMA/SMK dari Sudin Pendidikan Wilayah I dan II.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun iklim demokrasi yang kondusif, beretika, dan berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa.
KPU Jakarta Timur Kenalkan Museum Perjalanan Pemilu Pertama di Indonesia.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KPU Jakarta Timur, Tedi Kurnia, S.E.
Dalam paparannya, beliau memperkenalkan keunggulan Kantor KPU Jakarta Timur kini memiliki museum sejarah perjalanan pemilu pertama di Indonesia.
Museum ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Jakarta Timur.
Atas inisiasi dan apresiasi dari Pemkot Jakarta Timur, museum ini telah mengantongi sertifikasi resmi dari KPU Republik Indonesia.
Tempat tersebut menyimpan sekitar 6.000 artefak sejarah pemilu yang terbilang sangat lengkap, mulai dari penyelenggaraan Pemilu tahun 1955 hingga Pemilu 2024.
Seluruh koleksi tersebut disajikan sebagai sarana edukasi publik.
Tedi menegaskan bahwa seluruh artefak sejarah yang ada di museum KPU merupakan aset milik bangsa Indonesia yang wajib dijaga.
Oleh karena itu, KPU siap memberikan akses dan bantuan secara cuma-cuma kepada siapa saja, termasuk pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan bahan riset, studi kasus, maupun penyusunan skripsi terkait sejarah demokrasi.
Dalam upayanya memasifkan edukasi politik, KPU bersama Kesbangpol dan FKKS Jakarta Timur telah menyambangi 45 sekolah, mulai dari SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta.

Usai pembukaan, seluruh tamu undangan beserta Wali Kota diajak berpartisipasi mengelilingi museum untuk melihat langsung rekam jejak demokrasi bangsa.
FKKS Jakarta Timur Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemilih Pemula.
Setelah sesi pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustdaz Wadi Rahman, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua FKKS Jakarta Timur, H. Shamsul Bahri.
Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi ini karena menjadi wadah edukasi langsung yang menghubungkan pemerintah, penyelenggara pemilu, dan para pelajar selaku pemilih pemula.
H. Shamsul Bahri mengingatkan para siswa bahwa dunia politik membutuhkan ketahanan mental dan keimanan yang kuat.
Beliau berpesan agar para pemilih pemula tidak mudah tergiur oleh politik uang (money politics), sebab generasi mudalah yang akan menentukan arah masa depan bangsa agar tetap berada pada jalur yang benar.
Mengingat potensi pemilih pemula pada agenda Pemilu 2027 mendatang terbilang sangat besar, FKKS mendorong agar program pembekalan ini tidak berhenti sampai di sini saja.
FKKS siap mendukung Kesbangpol dan KPU untuk melanjutkan edukasi serupa ke sekolah-sekolah lain secara masif di seluruh wilayah Jakarta Timur.
Wali Kota Jakarta Timur, Dr. H. Munjirin, S.Sos., M.Si., hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, beliau membagikan kenangan personal saat pertama kali menginjakkan kaki di gedung tersebut selepas lulus SMA dari Purwokerto untuk membuat KTP, sebelum akhirnya gedung tersebut dialihfungsikan menjadi Kantor KPU.
Mungaitkan dengan momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tanggal 28 Oktober, Munjirin menekankan pentingnya peran pemuda dalam sejarah pergerakan bangsa.
Menurutnya, di setiap era kepemimpinan, anak muda selalu menjadi aktor utama dalam mengukir tinta emas perjalanan Indonesia menuju arah yang lebih baik.
Wali Kota berpesan bahwa laboratorium demokrasi paling nyata bagi pelajar saat ini adalah organisasi di sekolah, seperti OSIS dan Pramuka.
Beliau mengingatkan bahwa kepemimpinan dan jabatan ASN maupun pejabat daerah ada batas waktunya, sehingga keberhasilan masa depan bangsa sangat bergantung pada kesiapan generasi muda saat ini.
Lebih lanjut, Munjirin menekankan bahwa demokrasi bukan sebatas Pemilu, melainkan bagaimana menghargai pendapat orang lain, bermusyawarah, serta menjunjung tinggi etika dan sopan santun.
Beliau menyayangkan tren saat ini yang kerap menghalalkan segala cara dan mengabaikan etika demi mencapai suatu tujuan atau kriteria pencapaian semata.
Sinergi Pemkot Jabar/DKI dalam Mengayomi dan Membina Generasi Muda
Sebagai penutup, Wali Kota berpesan agar para siswa yang hadir dapat menjadi “duta demokrasi” di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Beliau juga membagikan pengalaman turun ke masyarakat (mencari aspirasi warga), mulai dari penyediaan program bimbingan belajar gratis bagi penerima KJP hingga penyelesaian persoalan kenakalan remaja.
Guna menekan angka tawuran dan aksi geng motor di kalangan pelajar, Pemkot Jakarta Timur mengambil langkah persuasif dengan merangkul para remaja.
Aspirasi mereka disalurkan melalui pembuatan sarana olahraga ring tinju di Kolong Flyover Pasar Rebo dan Kampung Melayu, yang terbukti ampuh menyalurkan bakat secara positif.
Acara Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2026 tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Wali Kota.
Rangkaian kegiatan bernilai edukatif ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara pejabat Pemkot, pimpinan KPU, pengurus FKKS, serta seluruh peserta pelajar.(Suyono)








