BEKASI, INSKA NEWS – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, radikalisme, ekstremisme, dan intoleransi kepada pelajar tingkat SMA se-Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13, Jalan Joyo Martono, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan serta persatuan bangsa.
Acara diawali dengan sambutan Ketua FKDM Kota Bekasi, Sugono, SE., SH. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Wali Kota Bekasi, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibowo Mahartoyo Sukmo, SE.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyampaikan bahwa para pelajar harus memahami bahaya narkoba, intoleransi, radikalisme, ekstremisme, serta tawuran antarpelajar.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.
Ia juga mengapresiasi FKDM Kota Bekasi yang telah menyelenggarakan kegiatan edukasi tersebut. Melalui sosialisasi ini, para pelajar diharapkan memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai berbagai ancaman di lingkungan masyarakat.
Sejumlah narasumber dari unsur kepolisian, Densus 88 Antiteror, dan lembaga antinarkotika turut dihadirkan untuk memberikan pemahaman langsung kepada peserta.
Narasumber dari Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Noeh Chaidir Sangaji, Kanit Bintibsos Satbinmas, menyampaikan materi mengenai dampak hukum dan bahaya tawuran serta kepemilikan senjata tajam di kalangan pelajar.
Ia mengingatkan bahwa tugas utama pelajar adalah belajar dan mempersiapkan masa depan, bukan terlibat dalam aksi kekerasan.
“Pelajar itu tugasnya belajar, bukan tawuran. Bawalah buku dan alat tulis, jangan membawa obeng, rantai, atau pisau. Karena tindakan tersebut dapat berhadapan dengan ketentuan hukum apabila memenuhi unsur pelanggaran,” pesannya.

Sementara itu, narasumber dari Densus 88 Antiteror, Iptu Luthfi Okto Wibowo, Wakil Tim Pencegahan Densus 88 Satgaswil DKI Jakarta, mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan perangkat digital dan media sosial.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap konten yang menampilkan proses perakitan bom maupun informasi yang mengarah pada tindakan kekerasan dan ekstremisme.
Para pelajar juga diminta berhati-hati terhadap ajakan dari pihak atau kelompok tertentu yang berpotensi mengarah pada paham radikal dan bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, FKDM Kota Bekasi berharap para pelajar mampu meningkatkan kewaspadaan, menjauhi narkoba, menolak segala bentuk kekerasan dan intoleransi, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun lingkungan.

Edukasi sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, cinta tanah air, dan turut menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Bekasi.(mmn/tim)








