INSKA NEWS, Bandung – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM), dinilai mencerminkan sosok pemimpin yang bekerja cepat, tegas, dan memahami manajemen pemerintahan serta mengutamakan kepentingan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Dr. Suriyanto, S.H., M.H., M.Kn., praktisi hukum sekaligus Ketua Umum PWRI, dalam pandangannya mengenai kepemimpinan KDM yang dikenal dengan istilah kerja sat-set.
Menurut Suriyanto, KDM tidak hanya mengandalkan rapat dan laporan administratif, tetapi juga turun langsung melihat berbagai persoalan masyarakat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan.
“Kepemimpinan yang baik bukan hanya pandai berbicara, tetapi harus mampu mengambil keputusan cepat dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” tulis Suriyanto dalam pandangannya.
Ia menilai, kemampuan manajerial KDM terlihat dari upaya efisiensi anggaran dan penentuan prioritas pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan sekolah, jalan, penerangan, serta pelayanan kesehatan.
Selain itu, ketegasan KDM dalam penataan lingkungan, pengawasan aktivitas pertambangan, dan kebijakan pendidikan dinilai menunjukkan keberanian seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, meskipun terkadang menimbulkan pro dan kontra.
Suriyanto juga mengapresiasi pendekatan KDM yang tetap mengedepankan nilai budaya Sunda, seperti filosofi Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh, sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kepedulian sosial.
Menurutnya, gaya kepemimpinan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi kepala daerah lainnya agar tidak hanya mengandalkan laporan di atas meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat.
“APBD bukan uang gubernur atau pejabat, melainkan uang rakyat. Karena itu, setiap rupiah harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya dalam tulisan tersebut.
Suriyanto berharap kepemimpinan yang cepat, berani, transparan, dan berpihak kepada rakyat dapat menjadi contoh dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia.
“Pemimpin sejati adalah mereka yang memahami persoalan rakyat, mampu mengelola pemerintahan dengan baik, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(Jasum)
Oleh: Dr. Suriyanto, S.H., M.H., M.Kn. Praktisi Hukum/Ketua Umum PWRI








