Al Izziah Islamic Boarding School Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Kebangsaan di HUT ke-81 RI

inskanewstv

August 17, 2026

4
Min Read

On This Post

INSKANEWS,  Bekasi, 17 Agustus 2026 — Al Izziah Islamic Boarding School menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung di halaman Al Izziah Islamic Boarding School, Jalan Kampung Cisaat RT 14/RW 16, Desa Kerta Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur dan tokoh masyarakat, antara lain perwakilan Koramil, Polsek, Densus 88, Kementerian Agama, BPIP, pemerintah desa, RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan di lingkungan pesantren sekaligus menanamkan nilai cinta Tanah Air kepada para santri.

Ketua Pondok Pesantren Al Izziah, Ustaz Topik Nurohman, S.Pd.I., mengatakan pihaknya merasa bangga dapat menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Kami sangat luar biasa sebagai tuan rumah. Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ini merupakan penghargaan bagi kami. Mudah-mudahan para santri kembali memahami bahwa institusi pesantren sangat penting dalam perjuangan bangsa,” ujar Ustaz Topik kepada media.

Menurutnya, santri juga memiliki peran penting dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan. Karena itu, pihaknya berkomitmen memberikan pendidikan agama sekaligus wawasan kebangsaan kepada para santri.

Ia juga mengapresiasi dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak, termasuk Densus 88, Kementerian Agama, Koramil, Polsek, dan BPIP.

“Kami berdiri tegak lurus untuk Republik Indonesia. Apa yang menjadi arahan dan pembinaan dari pemerintah, kami siap melaksanakan. Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar,” katanya.

Ustaz Topik berharap pendampingan terhadap pesantren dapat terus dilakukan agar para santri semakin memahami kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami berharap terus didampingi supaya kita betul-betul memahami bahwa pesantren itu bagian dari bangsa Indonesia. Kadang ada anggapan pesantren tidak hormat bendera dan sebagainya. Insyaallah, kami akan mengikuti arahan sehingga anak-anak pesantren semakin memahami kebangsaan Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk memberikan pemahaman yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu kebangsaan.

“Sebagai guru, kami memberikan yang terbaik untuk para santri. Kami mengedukasi mereka dengan ilmu agama maupun ilmu kebangsaan, sehingga para santri memahami dan memiliki kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Masitoh, Kasubtim Akademik Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Kesehatan, Direktorat Pesantren, Kementerian Agama, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan bagian dari tugas untuk mengawal pelaksanaan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan pesantren.

Masitoh juga menjelaskan bahwa Al Izziah masih dalam proses melengkapi persyaratan perizinan operasional sebagai pondok pesantren.

“Secara izin operasional, pondok pesantren ini masih dalam proses. Ada beberapa hal yang harus dilengkapi, termasuk rekomendasi dari organisasi masyarakat, kejelasan status tanah, serta berbagai persyaratan lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, legalitas operasional pesantren penting untuk memastikan proses pendidikan dan pembinaan santri berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Masitoh, pesantren harus memenuhi sejumlah unsur, di antaranya memiliki kiai, santri, kitab kuning yang diajarkan, masjid, serta asrama. Selain itu, aspek administrasi dan legalitas juga harus dipenuhi.

Ia berharap proses pengurusan izin operasional Al Izziah dapat segera diselesaikan sehingga pesantren dapat menjalankan fungsi pendidikan secara lebih optimal.

Masitoh juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan akhlak bagi para santri. Menurutnya, momentum HUT Kemerdekaan RI harus menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia sekaligus memiliki rasa kebangsaan yang kuat.

“Jangan sampai pendidikan yang diberikan keluar dari nilai-nilai kebinekaan yang selama ini kita junjung tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan pengelola, saat ini Al Izziah Islamic Boarding School memiliki sekitar 148 santri, 18 guru, dan satu kiai. Pesantren tersebut menerapkan konsep boarding school, sementara proses pemenuhan perizinan operasional masih berlangsung.

Pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Al Izziah diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, mencintai Tanah Air, serta menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman Indonesia.

Jurnalis : sumarno

Related Post