INSKA NEWS,Jakarta – Ketua Umum Organisasi Advokat (OA) PADIRAYA, Dr. Mohamad Ali Syaifudin, S.H., M.H., menyampaikan arahan resmi usai pelaksanaan Ujian Profesi Advokat (UPA) PADIRAYA–Universitas Islam Jakarta. Dalam keterangannya, ia mengapresiasi komitmen serta kedisiplinan seluruh peserta yang telah mengikuti ujian sebagai bagian dari proses menuju profesi advokat.
“Proses yang Saudara jalani bukan sekadar tahapan administratif, tetapi pematangan mental dan komitmen untuk memasuki profesi advokat yang terhormat,” ujarnya.
Dalam arahannya, Dr. Ali Syaifudin menyampaikan sejumlah poin penting sebagai bekal bagi para peserta setelah menyelesaikan UPA:
1. Terus Tingkatkan Kompetensi
UPA merupakan pintu awal. Peserta diimbau terus memperdalam kemampuan litigasi, penyusunan berkas perkara, etika profesi, pemahaman hukum acara, serta komunikasi dan negosiasi. Ia menegaskan bahwa belajar adalah kewajiban seumur hidup seorang advokat.
2. Menjaga Integritas dan Etika Profesi
Menurutnya, keberhasilan seorang advokat ditentukan oleh kejujuran, reputasi, dan akhlak. Integritas menjadi dasar kepercayaan dari klien, masyarakat, dan penegak hukum.
3. Mempersiapkan Tahapan Selanjutnya
Setelah UPA, peserta akan memasuki tahapan PKPA lanjutan, pendaftaran advokat, hingga pengangkatan dan pengambilan sumpah di Pengadilan Tinggi. Ia memastikan PADIRAYA akan mendampingi peserta dalam proses administrasi hingga selesai.
4. Membangun Rasa Memiliki terhadap PADIRAYA dan LBH HIR
Para peserta kini menjadi bagian dari keluarga besar PADIRAYA. Ia mendorong anggota untuk aktif dalam kegiatan organisasi, terlibat dalam program bantuan hukum, serta menjaga nama baik PADIRAYA dan LBH HIR.
5. Rendah Hati dan Terbuka pada Bimbingan
Dalam dinamika profesi advokat, peserta diingatkan agar tidak segan belajar dari para senior. Kerendahan hati dinilai sebagai kunci berkembang menjadi advokat yang kuat dan dihormati.
6. Mengabdi untuk Masyarakat dan Keadilan
Ia menekankan bahwa advokat bukan hanya profesi, tetapi pengabdian terhadap keadilan, termasuk membela hak masyarakat kecil, terlibat dalam isu hukum publik, serta menjadi garda advokasi demokrasi dan HAM. PADIRAYA, katanya, berdiri untuk memperkuat peran advokat sebagai officium nobile.
7. Bersyukur dan Berdoa
Peserta diimbau menyelesaikan tahap ini dengan rasa syukur, karena perjalanan menuju advokat profesional baru saja dimulai.
Ketua Umum OA PADIRAYA menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta UPA. Ia berharap setiap peserta diberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses menuju pengangkatan sebagai advokat.

“PADIRAYA hadir untuk mengabdi bagi keadilan. Mari kita membangun organisasi ini bersama dengan dedikasi, etika, dan keberanian,” tutupnya.(sastra)

















