Arus balik Lebaran di Wilayah Tanjung Mekar, Perbatasan Karawang–Bekasi Masih Padat

INSKA NEWS

INSKANEWS,Karawang – Jalur utama Pantura, khususnya di titik lampu merah Terminal Tanjungpura yang menghubungkan arah Bekasi, Rengasdengklok, hingga Cikampek, terpantau masih ditutup sebagian dan mengalami kepadatan akibat lonjakan kendaraan dari arus balik.

Kondisi ini mendorong banyak pengendara, terutama pengguna sepeda motor, untuk beralih ke jalur alternatif yang sudah lama dikenal sebagai “jalur andalan”.

Rute tersebut sudah menjadi khas tersendiri khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua dari tahun ketahun.

Rute yang meliputi Jalan Kupoh Tanjung Mekar, akses kolong jembatan di sisi Sungai Citarum, hingga perbatasan Tanjungpura–Bojong yang kemudian tembus ke Jalan Raya Proklamasi samping terminal Karawang.

Jalur ini dinilai lebih cepat dan efisien bagi kendaraan roda dua, terutama saat kemacetan di jalur utama tidak bergerak.

Menariknya, pengaturan lalu lintas di jalur alternatif ini tidak hanya bergantung pada petugas resmi, tetapi juga melibatkan relawan pemuda dan warga setempat yang sigap membantu mengurai kepadatan.

Kehadiran mereka menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan.

“Kalau ga lewat jalur ini,ya saya lewatnya muter jauh ke- arah jalan baru” ujar Gugun salah satu pengguna jalan.

Hal serupa diungkapkan pengendara lainnya Ningsih (24) “wah kalau ga lewat sini ,muternya jauh banget”ucapnya sambil tersenyum.

Namun demikian, jalur alternatif ini bukan tanpa risiko. Kondisi jalan yang relatif sempit, potensi licin saat hujan, serta struktur kolong jembatan yang rendah mengharuskan pengendara ekstra waspada, bahkan dalam beberapa titik harus sedikit menundukkan kepala.

Selain itu, ketika jalur ini mulai ramai dibagikan di media sosial, kepadatan baru kerap tak terhindarkan.

Sebagai langkah antisipasi, pengendara motor disarankan menghindari jam-jam puncak, yakni pukul 07.00–10.00 pagi dan 16.30–20.00 malam.

Sementara itu, pengemudi mobil tetap disarankan menggunakan jalur utama karena keterbatasan akses di jalur alternatif.

Untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time, penggunaan aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze menjadi solusi yang efektif.

(Rifa Hendri)

Also Read

Tags