AsMEN Hadiri Peluncuran Buku “Menyongsong 500 Tahun Jakarta”, Dorong Peran Media dalam Literasi Kebijakan Perkotaan

INSKA NEWS

INSKA NEWS | Jakarta — Peluncuran Buku Tematik Berbasis Riset bertajuk Menyongsong 500 Tahun Jakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat peran media dalam membangun literasi kebijakan publik berbasis data dan riset. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Tempo Inti Media Tbk bekerja sama dengan Bappeda DKI Jakarta tersebut berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025, di Ballroom Java, Millennium Hotel, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, peneliti, penulis, budayawan, hingga insan pers dan pemerhati isu perkotaan. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat sipil dalam menyiapkan arah pembangunan Jakarta menjelang usia lima abad pada 2027.

Ketua Umum Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN), Nurkholis, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai, peluncuran buku berbasis riset ini menunjukkan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan pengetahuan antara riset dan publik. Menurutnya, karya jurnalistik yang bertumpu pada data dan kajian ilmiah sangat dibutuhkan dalam menghadapi kompleksitas persoalan perkotaan.

Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa. Sambutan dari perwakilan PT Tempo Inti Media Tbk dan Bappeda DKI Jakarta menegaskan bahwa riset yang disajikan dalam bentuk buku tematik diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pengambil kebijakan maupun masyarakat luas.

Dalam peluncuran tersebut, Tempo memperkenalkan delapan buku tematik yang membahas Jakarta dari berbagai perspektif, mulai dari sejarah, budaya, kuliner, sastra, transportasi publik, kampung kota, hingga kemaritiman. Delapan buku itu berjudul Berpunpum Berdentang Langgam Jakarta, Jejak Lidah Jejak Selera, Tak Tidur Berpendar Cahaya, Buku, Kata Sepanjang Usia, Seribu Kaki Halte Kota, Mosaik Kota Menjelma Bangsa, Gelita Asa Kampung Kota, dan Pulang Lagi ke Bahari.

Diskusi buku dipandu oleh Andhika Aji dan berlangsung dinamis. Para penulis memaparkan temuan riset masing-masing, sementara Tim Pusat Data Tempo menjelaskan proses pengumpulan data serta metode visualisasi yang digunakan agar informasi lebih mudah dipahami publik.

Nurkholis berharap buku tematik berbasis riset tersebut dapat memperkuat budaya literasi kebijakan dan mendorong diskursus publik yang sehat.

“Media memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan hasil riset secara objektif dan berimbang agar publik dapat memahami arah pembangunan Jakarta secara utuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjelang 500 tahun Jakarta, sinergi antara riset, media, dan kebijakan menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (mmn)

Also Read

Tags