INSKA NEWS, Bekasi, 6 Januari 2026 — Di tengah hiruk pikuk aktivitas jual beli di Pasar Puri, Bekasi, terdapat sebuah kisah sederhana namun sarat makna tentang perjuangan hidup dan penebusan kesalahan. Di sudut pinggir jalan pasar itu, Yono (45), seorang penjual batu akik, dengan tekun memajang dagangannya. Usaha kecil yang kini ia jalani menjadi simbol kebangkitannya setelah terpuruk akibat kesalahan masa lalu.
Yono telah menekuni usaha batu akik sejak tahun 2015. Saat itu, dagangannya berkembang pesat. Ia memiliki tiga lapak di kawasan Kranji, Kali Baru, yang dijaga oleh beberapa anak buah. Pendapatan stabil dan kehidupan keluarga berjalan harmonis. Namun, di puncak keberhasilan itu, Yono tergelincir dalam godaan judi.
“Awalnya cuma coba-coba, lama-lama ketagihan,” ujar Yono dengan nada menyesal.
Kecanduan judi membuat kondisi keuangan Yono runtuh. Modal usaha habis, lapak-lapak terpaksa ditutup, bahkan ia sampai meminjam uang ke saudara dengan alasan untuk modal dagang, padahal digunakan untuk berjudi. Dampaknya tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga menghancurkan keharmonisan keluarga. Istrinya sempat mengajukan gugatan cerai, dan rumah yang mereka tempati pun harus dijual untuk menutup utang.
Titik balik kehidupan Yono terjadi ketika ia menyadari bahwa kebiasaan buruk tersebut hanya membawa kehancuran. Tiga bulan lalu, ia memutuskan pindah dan memulai kembali usaha batu akik di Pasar Puri Bekasi. Dengan sisa-sisa dagangan yang masih dimilikinya dari Kranji, Yono perlahan membangun kembali kepercayaan diri dan kehidupannya.
Kini, meski penghasilannya tidak sebesar dulu, Yono merasa lebih tenang dan bersyukur. “Yang penting halal dan berkah. Keluarga juga sudah kembali rukun,” katanya.
Lingkungan baru turut berperan besar dalam perubahan hidup Yono. Menurutnya, suasana di Pasar Puri jauh lebih kondusif dan positif dibandingkan tempat lamanya, yang dikelilingi oleh teman-teman sesama penjudi. Godaan pun kini bisa ia kendalikan.
Kisah Yono menjadi pengingat bahwa keterpurukan bukanlah akhir segalanya. Dengan kesadaran, tekad, dan dukungan lingkungan yang baik, setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki hidup. Perjuangan Yono tidak hanya tentang mencari nafkah, tetapi juga tentang memilih jalan hidup yang lebih bertanggung jawab dan bermakna.
(Dadan)

















