INSKANEWS ,Karawang – Banjir yang melanda wilayah Kampung Gempol, Kelurahan Tanjung Pura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hingga Jumat (30/01/2026) belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Memasuki hari ke-14, ratusan warga terdampak masih bertahan di pengungsian dan tenda-tenda darurat yang didirikan di sepanjang tanggul wilayah RW 03 dan RW 04.
Sebagian pengungsi dipusatkan di Masjid Nurul Iman, yang kini menjadi tempat berlindung bagi warga yang rumahnya masih terendam air.

Kondisi banjir yang berkepanjangan membuat aktivitas warga lumpuh dan kebutuhan dasar mereka semakin mendesak, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
Di temui INSKANEWS di lokasi pengungsian Ketua Rukun Warga (RW) 04 Kampung Gempol, Ade Bungin, menyampaikan bahwa hingga saat ini warga diminta tetap siaga menyusul adanya informasi pembukaan pintu air Walahar.

“Menurut informasi tadi dari Basarnas, dari pintu air Walahar memang ada pembukaan debit air. Kalau melebihi kapasitas memang harus dibuka, rencananya dua pintu,”ujarnya.
“Tapi berita akuratnya belum tentu, masih simpang siur. Yang jelas warga harus siaga,kalau ada arahan dari pemerintah siaga satu,kita harus benar-benar siap tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa banjir kali ini sudah memasuki hari ke-14 dan sejumlah rumah warga masih terendam genangan air yang belum surut sama sekali. Meski demikian, bantuan ada datang dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah bantuan dari berbagai arah masuk, dari pemerintah, pihak pribadi, juga perusahaan. Tapi namanya korban bencana itu banyak, jadi memang belum bisa menutup semua kebutuhan,” ungkap Ade.
Sebagai perwakilan warga, Ade Bungin berharap perhatian dan bantuan terus mengalir, mengingat banjir yang terjadi kali ini merupakan yang ketiga kalinya dalam beberapa bulan terakhir melanda wilayah tersebut.

“Sebagai bawahan, saya selaku pihak RW mohon bantuannya, apalagi ini sudah yang ketiga kalinya,” pungkasnya.
Keluhan juga datang dari para pengungsi. Ernawati, warga RW 03 yang kini mengungsi di Masjid Nurul Iman, mengaku rumahnya sudah terendam selama dua minggu.

“Rumah saya kerendam sudah dua minggu, belum surut,” ungkapnya.
“Ini yang ngungsi di masjid warga RW 03 ada yang RT 09.RT 10 dan RT 11,”jelas Tasmi warga RW 03 lainnya.
Hal senada disampaikan Armi, warga RW 03 lainnya. Ia mengatakan ketinggian air di rumahnya mencapai dada orang dewasa.
“Air di rumah saya sedada orang dewasa. Kami sangat membutuhkan pakaian layak pakai, apalagi saya punya anak kecil. Kalau makan, sehari dapat satu bungkus dari dapur umum Kelurahan Tanjung Pura yang dibagikan Bu RT,” tuturnya.

Hingga saat ini, warga Kampung Gempol berharap air segera surut dan bantuan terus berlanjut agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan normal setelah dua pekan diterpa bencana banjir berkepanjangan.
(Rifa Hendri)

















