Bank BJB dan Paguyuban Jawa Tengah Fasilitasi Sertifikat Halal Gratis dan Dorong Digitalisasi 24 UMKM Perantau

INSKA NEWS

INSKA NEWS,Bandung – Bank BJB Kantor Wilayah 1 kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memfasilitasi penyerahan 24 sertifikat halal gratis kepada para perantau Jawa Tengah yang berdomisili di Bandung Raya dan sekitarnya.

Acara yang diselenggarakan Bank BJB Kanwil 1 bersama Kantor Cabang Sukajadi ini merupakan kolaborasi lanjutan dengan Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya, yang sekaligus menjadi momentum bagi UMKM untuk mendapatkan akses layanan perbankan digital dan pembiayaan.

Pemimpin Grup Funding Retail dan Digital Banking Bank BJB Kantor Wilayah 1, Ani Sriwantini, menyatakan bahwa kolaborasi strategis dengan PJT telah berjalan hampir dua tahun. Bank BJB siap menjadi mitra strategis bagi pelaku UMKM, khususnya anggota PJT, melalui layanan perbankan yang berorientasi pada digitalisasi usaha, produk simpanan, hingga fasilitas pembiayaan.

“Tujuan utama kolaborasi ini adalah membantu para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya agar mampu naik kelas,” kata Ani di Bandung, Selasa (10/2/2026).

Sementara itu, Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farhan Djuniadji, menjelaskan bahwa 24 sertifikat halal tersebut diserahkan kepada pelaku usaha dari wilayah Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Mayoritas penerima sertifikat adalah pedagang bakso, selain usaha jajan pasar, warteg, dan cilok,” kata Farhan.

Farhan menambahkan, total pengajuan mencapai 56, namun 24 di antaranya telah selesai prosesnya, difasilitasi oleh Lembaga Pendampingan Proses Produk Halal (LP3H) dari Edukasi Wakaf Indonesia.

“Program sertifikasi halal ini menjadi manfaat nyata bagi perantau karena sebelumnya dirasa sulit dan berbayar, kini dapat diperoleh secara gratis,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Hermansyah dari LP3H Edukasi Wakaf Indonesia, yang juga mengapresiasi peran PJT dalam menjangkau pelaku usaha yang belum tersentuh informasi mengenai cara mengurus sertifikat halal.

“Dengan masuknya PJT, alhamdulillah kebutuhan untuk sosialisasi sertifikasi halal ada kendaraannya sekarang,” kata Hermansyah.

Sejauh ini, PJT telah memfasilitasi lebih dari 50 pengajuan, di mana hampir 60 persen telah terbit.

Selain sertifikasi halal, Bank BJB juga memfasilitasi pembuatan QRIS BJB bagi anggota PJT yang sudah memiliki rekening, sehingga mempermudah proses transaksi dan pembayaran dari konsumen.

Para peserta juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai produk perbankan seperti pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), modal kerja, KPR, hingga Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang kini bisa diikuti secara mandiri oleh pengusaha.

Antusiasme pelaku usaha terlihat tinggi, terutama terhadap program pembiayaan UMKM dan DPLK. Sukardi, seorang perantau asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang telah 27 tahun berjualan Bakso Sari Luwes Solo di Jatinangor, Sumedang, mengaku sangat terbantu dengan adanya program sertifikat halal gratis ini.

“Sertifikat ini yang dari dulu saya idam-idamkan, tapi saya tidak tahu channel-nya dari mana,” kata Sukardi. Ia berharap terbitnya sertifikat halal dapat memberikan kemajuan dan kelancaran pada usahanya, terutama di lingkungan mahasiswa tempat ia berjualan yang sering menanyakan status kehalalan produknya. Bank BJB dan PJT berkomitmen melanjutkan kolaborasi ini untuk terus mendorong inklusi keuangan dan pengembangan usaha bagi komunitas perantau. (mmn)

Also Read