INSKA NEWS, Subang – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga RT 12 dan RT 11 RW 03 Kampung Batununggul 2, Desa Balingbing, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan, Selasa (17/2/2026). Tradisi tahunan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan bentuk rasa syukur warga atas datangnya bulan suci yang hanya hadir setahun sekali. Selain membersihkan lingkungan, momen ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Ketua RW 03, Asep, menuturkan bahwa tradisi ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun di lingkungan mereka. “Bersih-bersih ini bagian dari cara kami menyambut bulan suci Ramadan. Ini simbol rasa syukur atas datangnya bulan penuh berkah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nanang, Ketua RT 12. Ia mengatakan kegiatan ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), petani, pedagang, hingga warga lainnya yang tetap menyempatkan waktu di tengah kesibukan masing-masing.
“Kegiatan ini diikuti warga dari berbagai kalangan. Meski sibuk dengan pekerjaan, mereka tetap antusias hadir untuk gotong royong,” kata Nanang.
Sementara itu, Ito, salah satu warga, menyebut tradisi bersih-bersih menjadi momentum penting untuk memperkuat kekompakan. “Ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi ajang silaturahmi. Kebersamaan adalah modal utama menjaga kekompakan warga,” tuturnya.
Adapun lokasi kegiatan meliputi sepanjang jalan desa serta perapihan dan pengurugan di sekitar Pos Kamling di wilayah RT 12 dan RT 11. Warga tampak kompak membersihkan saluran air, memungut sampah, serta merapikan fasilitas umum.
Suasana semakin hangat dengan budaya ngopi bareng dan menikmati aneka camilan hasil karya warga setempat, seperti uras, cemilan khas kampung yang menambah semarak kebersamaan.

Di tengah perkembangan zaman dan padatnya aktivitas masyarakat, tradisi gotong royong seperti ini mulai jarang ditemui. Namun di Kampung Batununggul 2, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan masih tetap terjaga.
Tradisi bersih-bersih ini menjadi wujud suka cita warga dalam menyambut Ramadan, sekaligus bukti bahwa nilai gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat. (Herdi)

















