INSKA NEWS, Jakarta .8 Desember 2025.Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu layanan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan standarisasi ketat. BGN memastikan akan memangkas insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp6 juta per hari bagi dapur yang tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Peringatan itu disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam acara Koordinasi dan Evaluasi Program BGN di Hotel Aston Cirebon, Minggu (7/12/2025). Ia menegaskan bahwa standar bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan yang diterima masyarakat.
“Kalau ternyata dapur Anda tidak sesuai standar atau nilainya rendah, insentif fasilitas akan dipangkas. Jangan sembarangan!” ujar Nanik dengan tegas.
Standar Ketat Demi Kesehatan Publik
Program MBG dirancang untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan, mendapatkan makanan bernutrisi yang aman dan higienis setiap hari. Karena itu, BGN menekankan pentingnya setiap dapur mengikuti SOP secara konsisten.
Selain kelengkapan fasilitas dan penerapan SOP, SPPG juga diwajibkan memiliki sejumlah sertifikasi penting, antara lain:
Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi baik
Sertifikat Halal untuk seluruh proses penyajian makanan
Pelatihan wajib bagi relawan melalui Pelatihan Penjamah Makanan
Nanik menambahkan bahwa seluruh persyaratan ini menjadi indikator utama dalam penilaian dapur MBG. Ketidakpatuhan bukan hanya berisiko pada pemangkasan insentif, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat yang menerima layanan makanan tersebut.
Relawan sebagai Garda Terdepan
Dalam kesempatan itu, BGN juga menyoroti peran penting relawan. Mereka tidak hanya bertugas menyiapkan makanan, tetapi juga memastikan seluruh proses berlangsung aman, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian. Karena itu, pelatihan penjamah makanan diwajibkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan relawan agar sesuai standar kesehatan.
Ajakan untuk Bersama Menjaga Mutu
BGN mengajak seluruh pengelola dapur MBG, pemerintah daerah, hingga komunitas lokal untuk bersama-sama menjaga standar pelayanan. Tujuan utamanya adalah memastikan makanan yang diberikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman dan penuh gizi.
Dengan pengawasan ketat dan standar yang jelas, program MBG diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. BGN menegaskan bahwa insentif bukan hukuman, melainkan insentif berbasis kualitas agar setiap dapur benar-benar memberikan pelayanan terbaik.
(Dadan)

















