Forum Puspa Kota Bekasi Gelar Sosialisasi

inskanewsredaksi

INSKA NEWS,Bekasi – Upaya memperkuat peran perempuan sekaligus menjaga ketahanan sosial masyarakat terus digaungkan melalui kegiatan Sosialisasi Forum PUSPA Tingkat Kota Bekasi yang digelar ke Aula kantor Kecamatan Bekasi Selatan jalan pulo ribung kelurahan pekayonjaya kecamatan bekasi Selatan kota bekasi, pada hari senin (4/5/2026)

Kegiatan ini menghadirkan dua fokus utama yang saling melengkapi pemberdayaan ekonomi perempuan untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera, serta perlindungan masyarakat dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa, serta sambutan dari perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Ibu Titiek Nurhayati Purwanto, S.H., M.M serta Sekretaris Camat Bekasi Selatan yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Memasuki inti acara, moderator Iwan Wahyudi memandu jalannya diskusi dengan menghadirkan tiga narasumber utama.

Pada sesi awal, Ketua Forum PUSPA, Dra. Enny Pristini, menyampaikan pengenalan mengenai Forum PUSPA sebagai wadah partisipasi publik yang berfokus pada kesejahteraan perempuan dan anak.

“Ia menjelaskan bahwa Forum PUSPA menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta mendukung perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan ketidakadilan”.ujarnya

Fokus utama kegiatan kemudian mengarah pada pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai fondasi keluarga yang sehat dan sejahtera.

Dalam pemaparannya, Ayuni Mirlina, S.E., M.M. menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan bukan sekadar memberi peluang usaha, melainkan membangun kemandirian finansial, keterampilan, serta akses terhadap pasar dan pengambilan keputusan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa perempuan perlu didorong untuk bertransformasi dari sekadar keinginan berusaha menjadi pelaku usaha yang nyata, dari skala kecil menuju pasar yang lebih luas, hingga mampu mengelola keuangan secara terstruktur.

Lebih jauh, pemberdayaan ini mencakup pelatihan manajemen usaha, literasi keuangan, hingga pemanfaatan digital marketing seperti platform e-commerce dan media sosial. Dampaknya tidak main-main: peningkatan ekonomi keluarga, pendidikan anak yang lebih baik, hingga berkurangnya angka kemiskinan.

Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi lebih stabil, dan dari sanalah lahir generasi yang lebih kuat dan percaya diri.

Namun, kekuatan ekonomi saja tidak cukup tanpa lingkungan sosial yang aman.

Abdul dari Densus 88 menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat mengancam keutuhan masyarakat.

“Ia menekankan bahwa keluarga, khususnya peran perempuan sebagai ibu, memiliki posisi strategis dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran paham tersebut sejak dini di lingkungan terdekat.”.terangnya

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa membangun masyarakat tidak cukup hanya dari satu sisi. Ekonomi yang kuat tanpa kesadaran sosial bisa rapuh, sementara keamanan tanpa kesejahteraan juga tidak akan bertahan lama. Di Aula Kecamatan Bekasi Selatan hari itu, keduanya dipertemukan seperti dua sisi mata uang yang saling menguatkan.(Iwan. W)

Also Read