INSKANEWS, Babelan, Bekasi, Jawa Barat – 20 Februari 2026 — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Babelan sejak Kamis malam hingga Jumat pagi menyebabkan sejumlah kawasan permukiman terendam banjir. Salah satu titik terdampak berada di Perumahan Harapan Elok, Babelan Kota, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air menguasai ruas-ruas jalan kompleks dan sebagian halaman rumah warga. Beberapa warga tampak sibuk menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa diparkir di tepi jalan depan gerbang masuk perumahan untuk menghindari kerusakan akibat terendam air.
“Air mulai naik sekitar pukul 03.00 dini hari. Kami sudah terbiasa, tapi tetap saja khawatir kalau hujan turun terus,” ujar Rahmat (45), salah seorang warga setempat. Ia menuturkan bahwa kondisi serupa kerap terjadi setiap kali hujan deras dengan durasi lama mengguyur kawasan tersebut.
Babelan yang berada di wilayah utara Kabupaten Bekasi memang termasuk daerah dengan kontur relatif rendah. Ketika curah hujan tinggi dan saluran drainase tidak mampu menampung debit air, genangan pun sulit dihindari. Selain itu, pendangkalan saluran air dan meningkatnya pembangunan perumahan disebut-sebut turut memperparah kondisi.
Meski banjir kali ini belum sampai mengharuskan warga mengungsi, aktivitas pagi hari sempat terganggu. Anak-anak sekolah menunda keberangkatan, sementara sebagian pekerja memilih menunggu air surut sebelum beraktivitas. Beberapa warga secara swadaya bergotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat sampah untuk mempercepat surutnya genangan.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya penanganan banjir yang lebih komprehensif di wilayah Babelan, bagian dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Warga berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah, mulai dari normalisasi saluran air, pembangunan tanggul, hingga sistem drainase yang lebih memadai.
“Setiap musim hujan kami waswas. Mudah-mudahan ke depan ada solusi permanen,” tambah Rahmat.
Banjir yang terus berulang tidak hanya berdampak pada kerugian materi, tetapi juga memengaruhi kenyamanan dan rasa aman masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah, pengembang perumahan, dan warga, diharapkan persoalan banjir musiman di Babelan dapat ditangani secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas tanpa dihantui genangan setiap kali hujan deras turun.
Dadan

















