INSKA NEWS, JAKARTA — Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT), KRAT. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 3–4 Oktober 2026.
Leles yang juga menjabat sebagai Pembina Persejasi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta, panitia, ofisial, wasit, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Kompetisi itu diikuti sejumlah tim dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari luar negeri. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah dinilai menunjukkan semakin berkembangnya minat terhadap olahraga walking football di Indonesia.

Salah satu pertandingan yang menjadi perhatian terjadi pada partai final kategori putra. Tim Phinisi dari Sulawesi Selatan berhadapan dengan tim Papua dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti.
Dalam drama adu penalti tersebut, Phinisi Sulawesi Selatan berhasil keluar sebagai juara pertama, sedangkan Papua menempati posisi runner-up.

Untuk kategori putri, PTFI berhasil menjadi juara pertama, disusul Buana Putri sebagai juara kedua dan Timika WFC sebagai juara ketiga.
Turnamen tersebut juga mencatat prestasi individu. Pemain Papua, Sofyan Mardubun, meraih penghargaan sebagai Pemain Terbaik sekaligus Top Skor dengan torehan 19 gol.

Walking Football Punya Potensi Berkembang
Menurut Leles Sudarmanto, walking football memiliki potensi untuk terus berkembang di Indonesia. Olahraga tersebut dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik yang dapat dilakukan masyarakat, khususnya kelompok usia dewasa hingga lanjut usia.

“Kami dari Paguyuban Jawa Tengah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026. Selamat kepada para juara dan seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat sportivitas,” ujar Leles.

Ia menilai keberadaan peserta dari berbagai daerah dan negara tidak hanya memberikan warna dalam kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi terbangunnya persaudaraan dan komunikasi antarkomunitas melalui olahraga.
“Olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah. Ada sportivitas, persahabatan dan semangat kebersamaan yang harus kita jaga,” katanya.
Leles juga menyampaikan apresiasi kepada Persejasi, Pengprov DKI Jakarta, panitia pelaksana, wasit, ofisial, klub, pemain, serta seluruh peserta yang telah mendukung terlaksananya kejuaraan tersebut.
Apresiasi serupa disampaikan Marsahid dari Bidang PORAN Paguyuban Jawa Tengah.Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen.

Marsahid mengapresiasi dukungan dari Pengprov DKI Jakarta, anggota DPD, Ketua Umum Persejasi, Pembina Persejasi, panitia, perangkat pertandingan, serta seluruh tim yang berpartisipasi dalam Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan kompetisi sekaligus memperkenalkan walking football kepada masyarakat luas.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan ikut menyukseskan turnamen ini. Mulai dari Pengprov, anggota DPD, Ketua Umum Persejasi, Pembina Persejasi, panitia, sampai seluruh tim yang telah mengambil bagian dalam turnamen walking football ini,” ujar Marsahid.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat mengenal dan tertarik mengikuti olahraga walking football.
Hal senada disampaikan Thamrin dari jajaran pengurus Persejasi. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dan menjaga suasana kompetisi tetap berlangsung dengan semangat sportivitas.

Menurut Thamrin, kehadiran tim dari berbagai daerah serta peserta internasional menjadi salah satu nilai penting dalam penyelenggaraan Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini dan kepada semua tim yang sudah berpartisipasi.
Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembinaan olahraga walking football,” ujar Thamrin.
Dorong Walking Football Semakin Dikenal
Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan walking football secara lebih luas di Indonesia dan dunia.
Pertemuan pemain dan komunitas dari berbagai daerah serta negara menjadi ruang untuk membangun jejaring, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan pengalaman bertanding.
Penyelenggaraan kejuaraan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam memperkenalkan walking football sebagai olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga dapat menjadi sarana menjaga kebugaran, membangun persahabatan, serta memperkuat hubungan antarkomunitas.
Editor: Maman | INSKA NEWS








