Ketum ASMEN Nurkholis Serahkan Piala kepada Juara Penari Nasional 2026

INSKA NEWS

×

🎁 Tunggu Sebentar!

Sebelum meninggalkan halaman ini, lihat rekomendasi produk pilihan yang sedang banyak dicari.

Lihat Sekarang

INSKANEWS, JAKARTA – Semangat pelestarian budaya dan persatuan bangsa mewarnai Festival Lestari Bhinneka Tunggal Ika 2026 yang berlangsung meriah di Atrium ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, pada 18–20 Juni 2026.

Mengusung tema “Satu Rasa Jaga Jakarta”, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui seni tari tradisional.

Puncak kemeriahan terasa pada Kamis (19/6/2026) saat Ketua Umum DPP Forum Asistensi Media Nasional (ASMEN), Nurkholis, menyerahkan langsung Piala Ketua Umum ASMEN kepada para juara lomba tari tingkat nasional.

Kehadiran Nurkholis menjadi bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap talenta muda yang berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

Festival tersebut menghadirkan peserta dari berbagai daerah yang membawakan tarian khas Nusantara dengan penuh semangat dan percaya diri di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi seni dan juri internasional.

Salah satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian adalah Tari Kelana Topeng yang dibawakan oleh Andian Kalisal Fera, siswi SMPN Unggulan Sindang, Indramayu.

Berkat penampilannya yang memukau, Andian berhasil meraih gelar Juara 1. Sementara itu, posisi Juara 2 diraih oleh Alqies melalui penampilan apik dalam Tari Asmara Putri Kirana.

Andian mengaku keberhasilannya tidak lepas dari latihan yang dilakukan secara konsisten setiap hari sepulang sekolah.Saya berlatih Tari Kelana Topeng setiap hari sepulang sekolah. Berlatih terus-menerus adalah kunci agar gerakannya mantap,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Alqies yang menekankan pentingnya disiplin dalam berlatih.

“Persiapan tari ini membutuhkan teknik dan trik khusus yang harus terus diasah. Latihan rutin adalah kunci agar bisa tampil maksimal,” katanya.

Keduanya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada penyelenggara dan ASMEN yang telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di bidang seni budaya.

“Terima kasih kepada ASMEN yang telah mendukung kami Menjadi juara bukan hanya soal piala, tetapi juga pembuktian bahwa prestasi di jalur non-akademik dapat membawa kami meraih impian. Saya belajar untuk tetap tangguh, percaya diri, dan pantang menyerah,” tutur Andian.

Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada kedua orang tuanya yang selalu memberikan dukungan dan semangat selama proses latihan hingga kompetisi.

“Terima kasih kepada mama dan papa serta keluarga yang selalu mendukung saya.Tanpa doa dan dukungan mereka, saya tidak akan sampai di titik ini,” tambahnya.

Sementara itu, Dewan Juri sekaligus praktisi seni, Nova, mengapresiasi kolaborasi antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta bersama ASMEN dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman.

“Melihat anak-anak menari dengan penuh kebanggaan menjadi bukti bahwa budaya kita masih memiliki masa depan yang cerah.

Kesbangpol dan ASMEN telah menyediakan panggung bagi mereka untuk berkembang dan bersina Nova Inilah bentuk nyata pelestarian budaya,” ungkap Nova.

Ia juga menyoroti antusiasme peserta yang membawakan tarian dari 34 provinsi di Indonesia sebagai pemandangan yang sangat berharga dan perlu terus dijaga.

“Di luar negeri, tarian Indonesia sangat dihargai. Jangan sampai kita sebagai pemilik budaya justru melupakan warisan tersebut. Semangat anak-anak ini menjadi pengingat bahwa tradisi harus terus dilestarikan dan dikembangkan,” lanjutnya.

Ketua Umum ASMEN, Nurkholis, menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan merupakan simbol dukungan kepada generasi muda yang menjaga semangat persatuan melalui seni dan budaya.

“Piala Ketua Umum ASMEN ini merupakan bentuk penghargaan kepada para generasi muda yang terus merawat keberagaman dan persatuan bangsa.

Jakarta menjadi kuat karena keberagamannya. Perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama,” ujar Nurkholis.

Rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Kesbangpol DKI Jakarta, Forum ASMEN, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), serta berbagai komunitas budaya tersebut sukses menjadikan ITC Cempaka Mas sebagai ruang perjumpaan lintas suku, budaya, dan generasi.

Melalui Festival Lestari Bhinneka Tunggal Ika 2026, diharapkan semangat menjaga kerukunan, keberagaman, dan identitas budaya bangsa terus tumbuh di kalangan generasi muda, sekaligus menjadi bekal menyongsong Jakarta menuju lima abad perjalanannya pada tahun 2027.

(su)

Also Read

Tags