INSKA NEWS,Bekasi, 5 Juni 2026 – Korps HMI-Wati (KOHATI) PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun wawasan kebangsaan dan kepemudaan melalui dialog interaktif yang digelar di Studio AsMEN, Jalan Puncak Cikunir, Jakasampurna, Kota Bekasi, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam format talkshow tersebut menghadirkan Melati, Wakil Bendahara Umum Kohati PB HMI, sebagai narasumber. Acara dipandu oleh host Kak Echa, yang mengupas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian generasi muda dan mahasiswa saat ini.
Dalam dialog tersebut, sejumlah tema penting dibahas, antara lain peran HMI dalam pembangunan bangsa, implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa, pemberdayaan masyarakat, pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus, fenomena LGBT di perguruan tinggi, Program Pembinaan Tunas (PP Tunas), hingga tantangan pergerakan mahasiswa di era digital.
Melati menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan yang harus mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjawab tantangan zaman.
“HMI sebagai organisasi kader harus terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital telah mengubah pola komunikasi serta gerakan mahasiswa.
Oleh karena itu, kader HMI perlu mampu memanfaatkan ruang digital secara produktif untuk menyebarkan edukasi, gagasan konstruktif, serta memperkuat literasi masyarakat.
Selain membahas isu kebangsaan, dialog juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. Melati menilai bahwa seluruh elemen kampus harus berperan aktif dalam membangun sistem pencegahan dan perlindungan bagi mahasiswa.
Sementara itu, host Kak Echa mengajak generasi muda untuk lebih aktif mengikuti diskusi dan kegiatan yang mampu meningkatkan wawasan serta kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang memberikan perspektif baru mengenai peran mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang terus berkembang. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
Acara yang berlangsung di Studio AsMEN tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena menghadirkan pembahasan yang aktual dan relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.
Melalui forum seperti ini, HMI diharapkan terus menjadi wadah pembinaan kader yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.(mmn)

















