INSKANEWS,Jakarta, 18 Juni 2026 – Semangat persatuan dan kepedulian sosial menjadi salah satu pesan utama dalam talk show “Lestari Bhineka Tunggal Ika Menyongsong 5 Abad Kota Jakarta” yang mengusung tema “Satu Rasa Jaga Jakarta”. Kegiatan yang berlangsung di ITC Cempaka Mas, Jakarta pusat, ini menghadirkan berbagai tokoh masyarakat dan komunitas yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Salah satu narasumber, Endang Surya atau yang akrab disapa Kang Surya, memperkenalkan Komunitas Ikatan Donor Darah Sukarela (IDDS), sebuah wadah yang berperan membantu Palang Merah Indonesia (PMI) dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kang Surya menjelaskan bahwa IDDS lahir dari semangat gotong royong para pendonor darah sukarela yang ingin memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. Melalui jaringan relawan yang tersebar di berbagai daerah, komunitas ini aktif membantu keluarga pasien yang membutuhkan darah, terutama ketika stok darah di PMI mengalami keterbatasan.
“Setiap hari ada dua hingga tiga keluarga yang menghubungi kami karena membutuhkan darah untuk anggota keluarganya yang sedang dirawat. Kami berusaha membantu dengan menghubungkan mereka kepada para relawan donor yang siap mendonorkan darahnya,” ujar Kang Surya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2017, para pendonor darah sukarela yang telah melakukan donor lebih dari 100 kali mendapat penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial dari Presiden Republik Indonesia saat itu, Joko Widodo, bersama Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para pendonor dalam membantu sesama tanpa pamrih.
Menurut Kang Surya, proses permintaan bantuan donor darah cukup sederhana. Keluarga pasien hanya perlu mengirimkan surat atau bukti permintaan darah dari rumah sakit kepada komunitas. Selanjutnya, IDDS akan menghubungi relawan yang memiliki golongan darah sesuai kebutuhan pasien.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh layanan yang diberikan oleh relawan IDDS tidak dipungut biaya. “Saya selalu menekankan kepada seluruh anggota bahwa donor darah adalah aksi kemanusiaan. Tidak boleh ada permintaan uang kepada keluarga pasien. Semua dilakukan secara sukarela demi membantu sesama,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk semakin sadar akan pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain membantu menyelamatkan nyawa, donor darah juga menjadi simbol nyata persatuan dalam keberagaman, sejalan dengan semangat Bhineka Tunggal Ika yang terus dijaga bersama menuju lima abad Kota Jakarta.
Komunitas IDDS berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tergerak untuk menjadi pendonor darah sukarela demi menciptakan Jakarta yang sehat, peduli, dan berdaya saing dalam semangat kemanusiaan.
Dadan

















