KPU Jakarta Timur Perkenalkan Museum Perjalanan Pemilu, Dukung Pendidikan Demokrasi bagi Generasi Muda

inskanewstv

October 29, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKANEWS, Jakarta Timur — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Timur memperkenalkan Museum Perjalanan Pemilu sebagai sarana edukasi sejarah pemilihan umum dan penguatan demokrasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Museum tersebut menyimpan berbagai artefak dan dokumentasi perjalanan pemilu di Indonesia sejak 1955 hingga 2024.

Hal itu disampaikan dalam sambutan Ketua KPU Kota Jakarta Timur, Tedi Kunia, S.E., M.M., pada kegiatan bertema “Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi” yang diselenggarakan di Gedung KPU Kota Jakarta Timur, Kamis (29/10/2026).

Dalam sambutannya, Tedi menyampaikan bahwa Museum Perjalanan Pemilu merupakan hasil inisiatif KPU Kota Jakarta Timur. Atas inisiatif tersebut, KPU Kota Jakarta Timur memperoleh sertifikat dari KPU Republik Indonesia terkait inisiasi museum tersebut.

Museum ini diharapkan menjadi sumber referensi bagi masyarakat yang ingin mempelajari sejarah pemilu dan perkembangan demokrasi di Indonesia. Koleksi yang tersedia juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan akademik, seperti penyusunan skripsi, tesis, maupun disertasi.

“Kami memiliki data dan artefak perjalanan pemilu dari tahun 1955 sampai 2024. Bagi mahasiswa atau siapa pun yang membutuhkan data untuk skripsi, tesis, disertasi, maupun yang memiliki perhatian terhadap sejarah pemilu dan demokrasi, kami siap membantu. Informasi tersebut dapat diakses secara cuma-cuma,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Selain mengembangkan museum sebagai pusat dokumentasi, KPU Kota Jakarta Timur juga aktif melaksanakan pendidikan pemilih bagi kalangan pelajar. Dalam sambutannya disebutkan bahwa KPU Jakarta Timur telah mengunjungi 45 sekolah di wilayah Jakarta Timur, meliputi SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta.

Program pendidikan pemilih tersebut dilaksanakan dengan dukungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur serta Ketua Umum Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS). Program ini bertujuan memperkenalkan pemilu dan demokrasi kepada pelajar agar mereka memahami proses demokrasi serta peran warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tedi juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dukungan pemerintah daerah dinilai membantu pelaksanaan berbagai kegiatan edukasi dan penguatan demokrasi di wilayah tersebut.

“Kami sangat bangga bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. Semua ini juga atas inisiasi Bapak Wali Kota Jakarta Timur. Kami sangat terbantu dalam setiap kegiatan oleh Kesbangpol Jakarta Timur,” ungkapnya.

Kegiatan “Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi” tersebut dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, perwakilan Kesbangpol Jakarta Timur, jajaran KPU Kota Jakarta Timur, unsur FKKS, serta para siswa SMA dan SMK.

Melalui kegiatan ini, Museum Perjalanan Pemilu diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan sejarah pemilu dengan pemahaman demokrasi masa kini. Kolaborasi antara KPU, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan para pelajar menjadi bagian penting dalam memperluas pendidikan pemilih serta menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.(Hsn)

Related Post