Macet Parah Arus Balik 2026, Banyak Mobil Mogok di Tol Trans Jawa! Ini Penyebabnya

INSKA NEWS

 

INSKANEWS, Jakarta – Kemacetan panjang mewarnai arus balik Lebaran 2026 di sejumlah ruas Tol Trans Jawa. Lonjakan volume kendaraan pemudik yang kembali menuju wilayah Jabodetabek menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga berjam-jam sepanjang akhir pekan hingga awal pekan ini.

Arus balik sendiri masih berlangsung dan diperkirakan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan data Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), jumlah kendaraan yang mengarah ke Jabodetabek pada periode Idul Fitri 1447 H mencapai 186.207 unit pada Sabtu, 28 Maret 2026. Angka tersebut meningkat 23,29 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.

Kemacetan panjang dengan pola stop and go di sejumlah titik bahkan mencapai ratusan kilometer. Kondisi ini memicu meningkatnya kasus kendaraan mogok di tengah perjalanan. Banyak kendaraan mengalami gangguan seperti mesin overheat akibat terlalu lama terjebak macet.

Tak hanya itu, sejumlah pemudik juga menghadapi masalah lain seperti kerusakan transmisi, aki melemah, hingga kendaraan mati total. Risiko ini dinilai lebih tinggi pada kendaraan bekas, terutama yang baru pertama kali digunakan untuk perjalanan jarak jauh saat mudik.

CEO Garasi.id, Ardyanto Alam, mengungkapkan bahwa banyak kendaraan mengalami penurunan performa setelah perjalanan mudik, namun tetap dipaksakan digunakan kembali tanpa pemeriksaan.

“Banyak kendaraan sudah bekerja ekstra saat mudik, tetapi langsung digunakan lagi untuk arus balik tanpa dicek kondisinya. Jika mobil mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan di tengah tol, sebaiknya tidak dipaksakan dan segera dilakukan evakuasi,” ujarnya dikutip Senin, 30 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya mengerahkan armada towing gendong guna membantu evakuasi kendaraan yang mogok di sejumlah ruas tol utama seperti Cipali, Jagorawi, Cikampek hingga jalur Trans Jawa.

Menurut Ardyanto, penggunaan towing gendong dinilai lebih aman dibandingkan memaksakan kendaraan tetap berjalan, karena dapat menghindari kerusakan lanjutan pada transmisi, roda, maupun komponen kaki-kaki.

Layanan Towing Expres yang disediakan juga difokuskan untuk menangani kendaraan yang tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat berbagai kendala teknis, mulai dari kerusakan mesin hingga gangguan kelistrikan.

Armada ini disiagakan di berbagai titik rawan kepadatan lalu lintas, termasuk di ruas Tol Cipali, Jagorawi, Cikampek, dan jalur Trans Jawa, guna memberikan respons cepat bagi pemudik yang membutuhkan bantuan.

“Evakuasi kendaraan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin ketika mobil sudah tidak memungkinkan untuk berjalan. Memaksakan kendaraan tetap melaju justru bisa memperparah kerusakan dan meningkatkan biaya perbaikan,” tambah Ardyanto.

Selain mengandalkan layanan darurat, para pengendara juga diimbau untuk melakukan pemeriksaan ringan kendaraan sebelum memulai perjalanan arus balik, terutama setelah digunakan untuk perjalanan mudik yang panjang.

Dengan kesiapan kendaraan dan dukungan layanan evakuasi yang memadai, risiko gangguan di tengah perjalanan diharapkan dapat ditekan. Pemudik pun diingatkan untuk tidak hanya fokus kembali ke kota tujuan, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan kendala selama perjalanan.***

Also Read

Tags