INSKANEWS,Bandung ,29 Januari 2026 Pengalengan, Kabupaten Bandung – Suasana hangat terasa di Kampung Los Cimaung RT 02 RW 20, Kecamatan Pengalengan, saat mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bandung mengadakan pelatihan dan penyuluhan ternak sapi perah bersama Owner, peternak lokal sekaligus Mahasiswa, Rizal Firmansyah. Kegiatan ini menjadi ajang belajar langsung bagi mahasiswa sekaligus sarana berbagi pengalaman bagi peserta pelatihan.
Pelatihan dan penyuluhan ini dilakukan saat suasana di daerah tersebut di guyur hujan dan angin kencang disertai turunnya kabut khas daerah pegunungan.
“Dalam pelatihan, Rizal
menjelaskan rutinitas pemerahan sapi perah yang dilakukan dua kali sehari. Pada pagi hari sekitar pukul 08.00, sapi-sapinya mampu menghasilkan rata-rata 17 liter susu segar, sementara pemerahan siang hari menghasilkan sekitar 8 liter susu. “Konsistensi waktu pemerahan sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas susu,” ujar Rizal

Selain praktek di kandang, sesi tanya jawab interaktif berlangsung seru. Mahasiswa dan peserta pelatihan menanyakan berbagai hal, mulai dari teknik menjaga kebersihan kandang, cara mengolah pakan fermentasi, cara melakukan pemerahan sapi hingga strategi pemasaran susu segar. Rizal menjawab dengan lugas, berbagi tips praktik yang bisa langsung diterapkan oleh peternak pemula.
Pengalengan : Sentra Susu Sapi Perah Legendaris
Pengalengan sendiri dikenal sebagai sentra susu sapi perah terbesar di Jawa Barat, dengan sejarah panjang sejak zaman kolonial Belanda. Kawasan ini berpusat pada Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pengalengan, wadah utama bagi ribuan peternak sapi perah. kPBS mengelola produksi susu segar berkualitas dan mengembangkan berbagai produk olahan seperti susu pasteurisasi, yogurt, mentega, hingga keju yang sudah dikenal luas.
Tak hanya menjadi pusat produksi, Pengalengan juga berkembang sebagai daerah wisata dan edukasi. Kawasan peternakan menawarkan pemandangan pegunungan yang indah sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi di mana pengunjung bisa belajar langsung tentang proses beternak sapi perah dan pengolahan susu.
Kolaborasi Akademisi dan Praktisi
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Mahasiswa UT Bandung mendapatkan pengalaman lapangan yang berharga, sementara peternak lokal seperti Rizal dapat berbagi praktik terbaik yang sudah terbukti.
“Harapannya, generasi muda semakin tertarik untuk terjun ke dunia peternakan dan ikut menjaga keberlanjutan sentra susu Pengalengan, tambah Rizal.
Dengan semangat kebersamaan, pelatihan dan penyuluhan ini tidak hanya memperkuat pengetahuan teknis, tetapi juga mempererat hubungan antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi peternakan sapi perah di Jawa Barat, khususnya di daerah Pengalengan yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi susu nasional sekaligus destinasi wisata edukasi.(Atmo)

















